Kompas.com - 30/07/2018, 18:24 WIB
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Sokbreker merupakan komponen pada tiap kendaraan yang berfungsi sebagai peredam kejut. Pada sepeda motor, peran sok cukup besar, karena selain untuk kenyamanan juga untuk menjaga kestabilan saat berkendara.

Perlu diketahui, dalam satu bagian sok terdiri dari komponen rawan, contohnya seperti sil oil atau sering juga disebut sil sok.

Sayangnya, banyak pemilik motor yang kurang jeli untuk memperhatikan kondisinya, terutama pada sektor depan yang kerap kali berujung pada kebocoran oli.

Menurut Analyst Technical Service Honda Sales Operation Jakarta Center Rangga Noviar, kebanyakan kebocoran sil dikarenakan faktor eksternal. Contohnya seperti terkena debu dan lain sebagainya.

Baca : Ragam Sokbreker Bekas untuk Sepeda Motor

"Paling sering karena debu, jadi yang harus diperhatikan adalah soal penutupnya. Pada selongsong antara besi sok dengan tabung, biasanya terdapat karet yang letaknya di luar, fungsi karet itu sebenarnya sebagai penutup agar debu tidak masuk ke dalam sil dalam," kata Rangga saat dihubungi Kompas.com, Senin (30/7/2018).

Rangga menjelaskan meski tidak ada aturan khusus mengenai masa pergantian karet penutup tersebut, namun kebanyakan pemilik motor jarang yang melihat kondisinya, apakah masih bagus atau bahkan sudah hilang.

Karena itu pemilik motor untuk sesekali melihat kondisinya, terlebih bila motor sudah digunakan dalam waktu satu tahun atau sering melintas di medan bergelombang.

"Sampai saat ini belum ada aturan mengenai masa pergantian, termasuk juga untuk oli sok, jadi paling tidak sering dilihat kondisinya saja sudah cukup. Bila terlihat sudah getas bisa segera di ganti," kata Rangga.

Oli suspensi yang sudah bocor, karena sil sokbreker rusak.Ghulam/KompasOtomotif Oli suspensi yang sudah bocor, karena sil sokbreker rusak.
Baca  : Biaya Perbaikan "Sil Sokbreker" Sepeda Motor

Sementara itu, Reza selaku salah satu mekanik Dharman Motor di Kawasan Cipinang, menjelaskan sebenarnya karet penutup sil mudah sekali getas dan rusak, terlebih bila sering kena diterjen saat mencucinya.

"Kebanyakan tidak sadar, kalau habis cuci motor jarang dibasuh sampai bersih biasanya ada diterjen di atasnya, itu kalau dibiarkan bisa merusak. Apalagi bagi kendaraan yang kerap dijemur, bisa bikin umur tutup sil gampang getas dan terjadi kebocoran karena dimasuki debu," ucap Reza beberapa waktu lalu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.