Kopaja-Metromini Dilarang Lewat Jalan Protokol Saat Asian Games 2018

Kompas.com - 30/07/2018, 11:53 WIB
Kopaja 502 jurusan Kampung Melayu-Tanah Abang melintang di median jalan Brigjend Katamso, Jakarta Barat, Sabtu (21/6/2014). Akibatnya arah Tanah Abang-Kemanggisan macet total dan sebaliknya.Kompas.com/Kurnia Sari Aziza Kopaja 502 jurusan Kampung Melayu-Tanah Abang melintang di median jalan Brigjend Katamso, Jakarta Barat, Sabtu (21/6/2014). Akibatnya arah Tanah Abang-Kemanggisan macet total dan sebaliknya.

JAKARTA, KOMPAS.com - Meski berpelat kuning dan berstatus angkutan umum, bus-bus lawas Metromini dan Kopaja dipastikan tidak akan bisa melintas di jalan-jalan protokol Jakarta selama Asian Games 2018. Kebijakan tersebut akan mulai berlaku dari 15 Agustus hingga 15 September.

Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Sigit Wijatmoko menyebut, kebijakan tersebut sudah dirapatkan dengan pihak Kopaja dan Metromini pada 11 Juli silam. Dishub sendiri sudah menyusun rute pengalihan selama pelarangan berlangsung.

Tercatat ada tiga rute Kopaja dan Metromini yang nantinya tidak bisa melintas di jalan protokol, masing-masing Metromini S640 (Pasar Minggu-Tanah Abang); Metromini P15 (Senen-Setia Budi); dan Kopaja P19 (Tanah Abang-Ragunan). Seluruhnya merupakan rute yang melewati jalan-jalan protokol, seperti Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan MH Thamrin.

Baca juga: PCX 150 Jadi Motor Panitia Asian Games 2018 di Palembang

Bus metromini jurusan Blok M - Fatmawati - Pondok Labu melompati separator dan melawan arus untuk mendahului bus lainnya di jalan Melawai, Jakarta Selatan, Senin (7/12). Prilaku ugal-ugalan supir bus di jalan tidak hanya membahayakan keselamatan penumpang tetapi juga pengguna jalan lainnya. 

Kompas/Priyombodo (PRI)
07-12-2015PRIYOMBODO Bus metromini jurusan Blok M - Fatmawati - Pondok Labu melompati separator dan melawan arus untuk mendahului bus lainnya di jalan Melawai, Jakarta Selatan, Senin (7/12). Prilaku ugal-ugalan supir bus di jalan tidak hanya membahayakan keselamatan penumpang tetapi juga pengguna jalan lainnya. Kompas/Priyombodo (PRI) 07-12-2015

"Untuk menciptakan keamanan, keselamatan dan kenyamanan pengguna angkutan umum, maka setiap harinya tetap dilaksanakan operasi penegakan hukum angkutan umum untuk memastikan kondisi laik jalan," kata Sigit kepada Kompas.com, Senin (30/7/2018).

Baca juga: Mulai 1 Agustus 2018, Pelanggar Ganjil-Genap Bakal Ditilang

Keberadaan bus-bus lawas Metromini dan Kopaja memang jadi masalah tersendiri di Jakarta. Sebab kebanyakan bus-busnya sudah tidak layak jalan, ditambah tingginya polusi dan tidak tertibnya perilaku mengemudi para sopir-sopirnya.

Menghadapi Asian Games 2018, pemerintah memang gencar menyusun kebijakan lalu lintas dengan tujuan meminimalisir kemacetan di Ibu Kota. Selain pelarangan Kopaja dan Metromini, kebijakan lain yang sudah dilakukan adalah penerapan ganjil genap untuk mobil pribadi.

Baca juga: Atlet Asian Games Tak Boleh Terjebak Macet, Ini Alasannya

 Petugas dari Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur menderek sebuah metromini jurusan Kampung Melayu-Pulogebang yang melintas di jalur busway di Jalan Bekasi Barat, Jakarta Timur. Sopir tersebut marah-marah karena tak terima bus yang dia kendarai diderek petugas, Rabu  (2/8/2017)Kompas.com/David Oliver Purba Petugas dari Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur menderek sebuah metromini jurusan Kampung Melayu-Pulogebang yang melintas di jalur busway di Jalan Bekasi Barat, Jakarta Timur. Sopir tersebut marah-marah karena tak terima bus yang dia kendarai diderek petugas, Rabu (2/8/2017)


Berikut daftar lengkap pengalihan rute Kopaja dan Metromini dari jalan protokol:

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X