Ban Pecah Karena Kurang Udara, Bukan Kelebihan Udara

Kompas.com - 06/07/2018, 08:03 WIB
Mengukur tekanan ban. Motorcycle-Evans BrasfieldMengukur tekanan ban.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemilik sepeda motor atau mobil diwajibkan untuk selalu mengecek kondisi ban sebelum mulai berjalan. Langkah tersebut untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan.

Sebab, ban merupakan salah satu komponen yang harus diperhatian demi menjaga keamanan dan keselamatan selama berkendara.

Menurut Aries Abdullah, Senior Manager Busines Support Sales Replacement PT Gajah Tunggal Tbk, paling utama mengecek tekanan udara dan dipastikan sudah sesuai dengan yang telah direkomendasikan oleh masing-masing produsen.

"Bisa dicek di daun pintu atau di pilar pintu bagian pengemudi. Jangan kelebihan apalagi sampai kurang tekanan udara, jadi harus sesuai," kata Aries beberapa waktu lalu di kawasan Sunter, Jakarta Utara.

Baca juga: Aturan Baru, Mobil Boleh Tanpa Ban Cadangan

Langkah selanjutnya, cek apakah banyak batu kecil atau kerikil hingga beda asing yang menempel di celah ban. Apabila ada, sebaiknya dilepas agar bisa mengurangi batu tersebut masuk semakin dalam ke ban.

Plakat informasi tekanan banhttp://www.aamcocolorado.com/ Plakat informasi tekanan ban

Terakhir, lihat kondisi ban apakah masih bagus atau tidak. Jika sudah retak atau sobek jangan dipaksakan untuk tetap berkendara, karena akan membahayakan diri sendiri dan juga orang lai di sekitarnya.

Rally Marina, pebalap mobil nasional yang kini aktif sebagai penyiar radio di Jakarta, juga pernah mengatakan bahwa peran ban begitu penting, sehingga jangan sampai dianggap kecil.

"Paling utama pastikan tekanan udara selalu cukup, sebab jika kurang itu yang bahaya. Ban pecah itu bukan karena kelebihan udara, tetapi kurang tekanan udara," kata Rally belum lama ini di kawasan Jakarta Selatan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X