Suzuki Baca Tren Mobil Kecil Seperti Ignis

Kompas.com - 04/06/2018, 16:02 WIB
Suzuki Ignis mulai diserbu pengunjung IIMS 2017 Stanly/KompasOtomotifSuzuki Ignis mulai diserbu pengunjung IIMS 2017

JAKARTA, KOMPAS.com – Suzuki Indomobil Sales (SIS) membaca tren baru sedang terjadi, yaitu mobil berukuran mungil mulai digemari. Tren baru ini dikatakan terjadi setiap 10 tahun sekali.

Direktur Pemasaran SIS Donny Saputra menjelaskan tren itu sudah dirasakan pihaknya sejak peluncuran Ignis pada tahun lalu. Sepanjang 2017, Ignis terjual 14.157 unit dan menjadi prestasi tersendiri buat SIS sebab Ignis tidak punya pendahulu.

“Setiap 10 tahun itu ada perubahan tren. Kalau bicara ukuran rumah, dari tahun 1985 itu ukuran tanahnya 200 m2, kemudian menyusut sampai 2005 menjadi 120 m2, bahkan sekarang 2015-2018 kan sekarang cuma 80 m2. Yang artinya ruang parkir kendaraan juga menyusut,” ucap Donny.

Sensasi Berkendara Suzuki Ignis AGSStanly/KompasOtomotif Sensasi Berkendara Suzuki Ignis AGS

Baca juga: Ini Kunci Ignis Bisa Kebal LCGC

Selain itu, dijelaskan Donny, arah pengembangan teknologi listrik, tingkat kepadatan lalu lintas, perkembangan jalan yang tidak sesuai dengan penjualan mobil, dan car sharing, mengarahkan desain mobil masa depan semakin mengecil.

“Makanya waktu itu kami memperkenalkan Ignis, kendaraan compact, city car tapi SUV. Kami bawa tagline ‘Urban SUV’ dan masuk secara volume 1.500 – 2.000 unit (per bulan), kan lumayan bagus. Awalnya tidak ada sekarang jadi banyak,” ucap Donny.

Tren mobil ringkas akan semakin gencar, namun Donny mengingatkan tawaran produk baru tidak bisa pakai gaya lama. Wajib ada ide baru untuk menyegarkan pasar.

“Kelihatannya ke depan, kendaraan makin lama makin compact. Tapi bukan seperti compact yang ada sekarang, harus berarti sesuatu. Ada sesuatu yang baru,” kata Donny. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X