BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Momobil

Penting untuk Diketahui, Ini 5 Keuntungan Mudik dengan MPV

Kompas.com - 31/05/2018, 09:48 WIB
Ilustrasi mudik bersama keluarga SHUTTERSTOCKIlustrasi mudik bersama keluarga
|

KOMPAS.com – Kendaraan multi-purpose vehicle ( MPV) pada beberapa tahun belakangan ini selalu menjadi mobil favorit keluarga Indonesia. Bahkan, saking laris manisnya, muncul julukan “MPV sejuta umat”.

Julukan tersebut merujuk pada banyaknya orang yang menggunakan kendaraan multiguna ini, terutama pada segmen low multi-purpose vehicle (LMPV).

Tingginya minat masyarakat Indonesia terhadap MPV tecermin pada data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) untuk tahun 2017.

Kompas.com, Kamis (24/5/2018), penjualan MPV selama 2017 mencapai 596.893 unit dari total keseluruhan penjualan sebesar 1.079.534 unit. Data tersebut menunjukkan, lebih dari setengah total penjualan mobil di Indonesia didominasi oleh MPV.

Singkirkan Anggapan "Orang Kaya Naik Sedan, Orang Menengah Naik MPV"

Kemudian dari segi pemakaian, selain banyak digunakan untuk mobilisasi sehari-hari, ternyata MPV juga menjadi kendaraan favorit untuk pulang ke kampung halaman atau mudik. Pilihan pemudik menggunakan MPV pun berkaitan dengan beberapa kelebihan yang dimiliki.

Lalu, apa saja kelebihan yang ditawarkan MPV sebagai kendaraan mudik? Silakan simak ulasannya berikut ini.

Ilustrasi mudik dengan mobil MPV.SHUTTERSTOCK Ilustrasi mudik dengan mobil MPV.

1. Kapasitas penumpang lebih banyak

Bagi mereka yang hendak mudik bersama keluarga, hal pertama yang mesti menjadi perhatian khusus adalah perihal kapasitas penumpang.

Bayangkan bila pada satu momen mudik terdapat enam anggota keluarga yang ikut serta. Tentu jika Anda menggunakan sedan atau hatchback, mobil tidak akan muat dengan jumlah orang tersebut.

Beda halnya bila Anda menggunakan MPV. Dibandingkan dengan mobil jenis lainnya, MPV memiliki daya tampung penumpang lebih banyak, yakni 7-8 orang.

Rinciannya, dua orang bisa menempati kursi bagian depan, sedangkan kursi bagian tengah dan belakang masing-masing bisa ditempati tiga orang.

2. Ruang lebih luas untuk barang

Setelah kapasitas penumpang, hal selanjutnya yang harus diperhatikan adalah daya tampung untuk barang bawaan. Barang bawaan ini biasanya berupa tas, oleh-oleh, ataupun perlengkapan mudik lainnya.

Jangan sampai barang-barang tersebut malah mengganggu kenyamanan perjalanan.

Faktanya, banyak pemudik yang meletakkan barang-barang tersebut di tempat duduk atau ruang kosong dekat pijakan kaki. Alih-alih menikmati perjalanan, mereka malah terganggu dengan kehadiran barang-barang tersebut.

Untungnya, MPV memiliki kabin khusus untuk meletakkan barang di bagian belakang. Selain itu, bagian tersebut juga bisa diberi tambahan cargo net. Lembaran jaring ini berfungsi untuk mencegah barang jatuh saat pintu belakang dibuka.

Keuntungan mudik dengan MPV lainnya adalah mobil ini memiliki tempat khusus untuk menaruh barang bawaan di bagian belakang.SHUTTERSTOCK Keuntungan mudik dengan MPV lainnya adalah mobil ini memiliki tempat khusus untuk menaruh barang bawaan di bagian belakang.

3. Nyaman untuk berkendara jarak jauh

Mengemudi lama untuk perjalanan jauh seperti mudik tidak bisa disepelekan. Untuk itu, kenyamanan berkendara menjadi faktor penting yang wajib dicermati.

Dengan ukuran kabin yang cukup luas dan kapasitas penumpang yang lebih banyak, MPV bisa memberikan kenyamanan lebih bagi pemudik, terutama bila pergi dengan 4-5 orang saja.

Mereka bisa punya ruang lebih untuk istirahat, misalnya tidur atau sekadar berselonjor.

Bayangkan bila Anda pergi menggunakan mobil sedan atau city car. Jangankan meluruskan kaki dan meregangkan badan, bergerak pun akan sulit karena harus duduk berdesak-desakan.

4. Aman melintasi genangan air

Memilih mobil yang akan digunakan untuk mudik tak cukup dengan hanya melihat model dan fungsi untuk mengangkut orang saja.

Satu hal lain yang wajib diperhatikan adalah kemampuannya untuk melewati berbagai medan, misalnya jalanan bergelombang, berlubang, dan jalan yang dipenuhi genangan air alias banjir. Untuk itu, mobil yang memiliki ground clearance tinggi seperti MPV bisa menjadi pertimbangan khusus.

Melansir Kompas.com, Selasa (25/7/2017), Mitsubishi Xpander memiliki ground clearance tertinggi dengan jarak 205 mm. MPV lainnya, seperti Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia, masing-masing memiliki ground clearance 200 mm.

5. Harga yang kompetitif

Salah satu faktor utama yang membuat MPV menjadi andalan banyak keluarga Indonesia adalah harganya yang lumayan terjangkau. Dilansir Kompas.com, Senin (7/5/2018), Anda bisa membeli MPV terbaru mulai dari 130 jutaan.

momobil.id.

Dengan sistem online terpadu yang digunakan, Anda tak perlu lagi bersusah payah mencari informasi mobil bekas yang diinginkan. Proses transaksinya pun mudah karena seluruh prosesnya akan dibantu oleh personal assistant (PA).

Membeli mobil tak harus baru, Anda juga bisa memilih jenis mobil bekas berkualitas dan dengan metode pembayaran cicilan. SHUTTERSTOCK Membeli mobil tak harus baru, Anda juga bisa memilih jenis mobil bekas berkualitas dan dengan metode pembayaran cicilan.

Untuk metode pembayaran, Anda bisa menggunakan sistem kredit dengan bunga yang kompetitif. Anda pun dapat memilih tenor yang bisa disesuaikan dengan kemampuan finansial.

momobil.id, mobil tersebut dibanderol dengan harga Rp 79 juta. Dengan membayar uang muka sebesar 30 persen dan tenor 48 bulan, Anda bisa mendapatkan cicilan Rp 1 jutaan.

Dengan begini, mudik menggunakan MPV impian bisa menjadi kenyataan. Selain itu akan muncul rasa #BanggaPunyaSendiri karena bagi sebagian orang, memiliki mobil adalah suatu pencapaian dalam hidup.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya