Stop Mobil Konvensional, Memicu Divestasi Otomotif

Kompas.com - 23/05/2018, 17:23 WIB
Wiebe Wakker berkeliling dunia untuk mengkampanyekan mobil listrik yang lebih ramah lingkungan. KOMPAS.COM/Ira RachmawatiWiebe Wakker berkeliling dunia untuk mengkampanyekan mobil listrik yang lebih ramah lingkungan.
Penulis Alsadad Rudi
|

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menilai kondisi Indonesia tak bisa disamakan dengan negara lain dalam hal pemakaian mobil listrik.

Selain masih terbatasanya infrastruktur untuk pengisian baterai, hal lain disebabkan kekhawatiran mobil listrik bisa mematikan industri otomotif dalam negeri.

Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi mengaku sudah pernah mengikuti rapat dengan para asosiasi otomotif dari negara lain yang tergabung di OICA (Organisation Internationale des Constructeurs d'Automobiles).

Nangoi mengakui mulai banyak negara yang berencana mewajibkan pemakaian mobil listrik. Bahkan sampai berniat menghentikan pemakaian mobil konvensional bahan bakar minyak (BBM) fosil. Namun Nangoi menyebut negara-negara tersebut bukanlah negara produsen otomotif.

Baca juga: Sejumlah Negara Ini Juga Melarang Mobil Berbahan Bakar Minyak

Ilustrasi produksi mobil.Febri Ardani Ilustrasi produksi mobil.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Seperti Belgia itu bukan negara penghasil otomotif. Dia hanya pemakai. Jadi (perubahan mobil konvensional ke listrik) tidak ada dampaknya," kata Nangoi di Jakarta, Selasa (22/5/2018).

Nangoi menyebut hal yang sama tak bisa begitu saja diterapkan di Indonesia. Sebab ada sekitar 1,2 juta orang yang bekerja di industri mobil di Indonesia.

Kontribusi yang dihasilkan untuk negara juga mencapai ratusan triliun rupiah.

"Jadi kalau Indonesia mau stop (mobil konvensional) 2040, nanti tidak ada investor yang masuk ke Indonesia," ujar Nangoi.

Baca juga: Menilik Kontribusi Industri Otomotif Bagi Tanah Air dari Masa ke Masa

 Kia SP Concept mendebut di Delhi Auto Expo, Rabu (7/2/2018).KOMPAS.com/FEBRI ARDANI Kia SP Concept mendebut di Delhi Auto Expo, Rabu (7/2/2018).

Saat disinggung mengenai India, Nangoi menyebut negara tersebut sudah meralat rencananya menghentikan produksi mobil konvensional pada 2030.

Sebagai informasi, seperti halnya Indonesia, India juga menjadi lokasi basis produksi produk otomotif.

Namun pemerintah negara tersebut dilaporkan sudah berencana menghentikan penjualan mobil konvensional pada 2030. Tujuannya mengurangi polusi tinggi di negara tersebut.

"India justru sekarang meralat. Boleh dicek," ujar Nangoi.

 Baca juga: Rahasia Suzuki Bisa Jadi Raja di India



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.