Kompas.com - 07/02/2018, 09:05 WIB
Diduga mogok karena banjir, sedan BMW bernomor polisi B 1920 TAD berwarna putih terjebak di tengah banjir yang menggenangi Jalan Boulevard Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (23/1/2015). KOMPAS.com/Robertus BelarminusDiduga mogok karena banjir, sedan BMW bernomor polisi B 1920 TAD berwarna putih terjebak di tengah banjir yang menggenangi Jalan Boulevard Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (23/1/2015).
Penulis Alsadad Rudi
|

Depok, KOMPAS.com - Hujan deras yang mengguyur wilayah Jabodetabek dalam beberapa hari terakhir menyebabkan banjir di sejumlah tempat. Khusus pemilik mobil yang bermukim di wilayah rawan banjir, sangat disarankan tidak menyimpan kendarannya sementara waktu di rumah. Sebab ada potensi kerugian yang relatif besar jika mobil sampai terendam banjir.

Service Manager Bengkel Auto2000 GDC Depok Deni Andrian mengatakan, bila ketinggian banjir sampai merendam ruang mesin, masalah yang umumnya ditemui adalah rusaknya electronic control unit (ECU). ECU adalah salah satu perangkat terpenting yang menjadi otak kendaraan. ECU punya beberapa fungsi, di antaranya mengatur pengapian dan suplai bahan bakar ke mesin.

Baca juga : Sekitar 20.000 Mobilio di Indonesia Perlu Pembaruan ECU

Jika sampai korslet, Deni menyebut ECU harus diganti dan biayanya relatif mahal. Deni mencontohkan untuk ECU Toyota Avanza harganya bisa mencapai Rp 12 juta.

"ECU kan otaknya mobil. Kalau rusak biayanya lumayan mahal. Avanza saja Rp 12 jutaan. Itu ECU-nya saja," kata Deni saat ditemui Kompas.com, Selasa (6/2/2018).

Pengecekan sistem pada mobil masa kini butuh scanner khusus.KompasOtomotif-Donny Apriliananda Pengecekan sistem pada mobil masa kini butuh scanner khusus.

Untuk mobil yang terlanjur terendam banjir, Deni mengatakan ada cara untuk mencegah kerusakan ECU. Caranya dengan tidak langsung menghidupkan mesin.

Pemilik kendaraan disarankan untuk menyewa mobil derek untuk membawa mobilnya ke bengkel terdekat. Nantinya mekanik akan mengecek bagian apa saja yang terendam. Jika memang ditemukan ECU terendam, mekanik akan membongkar dan membersihkannya. Dengan cara ini, maka ECU tidak akan korslet. Sehingga pemilik tidak perlu mengeluarkan biaya yang besar untuk menggantinya.

Deni menyebut saran ini juga ditujukan untuk pengendara yang nekat menerobos banjir tinggi, namun tiba-tiba mogok di tengah jalan.

Baca juga : Sistem ECU dan Kunci Rusak, Mitsubishi Recall Outlander Sport

"Jadi kalau mogok, biarkan saja. Sebaiknya didorong atau diderek. Jangan langsung dihidupkan karena bisa bikin ECU korslet," ucap Deni.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.