Jangan Pernah Nekat Terobos Banjir - Kompas.com

Jangan Pernah Nekat Terobos Banjir

Kompas.com - 06/02/2018, 10:02 WIB
Genangan di Blok M, Jakarta Selatan, Senin (11/12/2017).KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR Genangan di Blok M, Jakarta Selatan, Senin (11/12/2017).

Jakarta, KOMPAS.com - Hujan deras intens mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir. Salah satu masalah yang kerap muncul adalah banjir yang kadang sampai tergenang hingga ke jalan raya.

Bila menemui jalan yang tergenang, apalagi dengan ketinggian yang sudah mencapai setengah roda mobil, pengendara diimbau untuk tidak nekat menerobosnya. Seberapapun tingginya jarak lantai mobil ke tanah (ground clearance). Mencari jalan lain dianggap lebih baik untuk menghindari kerusakan pada mesin.

Baca juga : Mobil Bukan Perahu, Jadi Jangan Nekat Terobos Banjir!

Dealer Techical Support Toyota Astra Motor (TAM) Didi Ahadi mengatakan, mobil dengan ground clearance tinggi sejenis SUV kadang diangggap aman menerobos banjir. Namun anggapan itu tidak mempertimbangkan potensi masuknya air akibat gelombang yang ditimbulkan kendaraaan lain.

Ilustrasi ground clearance.Carwaar.in Ilustrasi ground clearance.

"Walaupun ketinggian air masih di bawah roda, tapi potensi air masuk ke mesin bisa saja terjadi dari gelombang yang ditimbulkan kendaraan lain dari arah berlawanan," kata Didi kepada Kompas.com, Senin (5/1/2018),

Menurut Didi, air akibat gelombang yang ditimbulkan kendaraaan lain bisa saja masuk melalui grill dan akhirnya menggenangi mesin. Bila sudah begini, potensi "water hummer" bisa saja terjadi.

Water hummer adalah keadaan saat mesin mobil mati mendadak. Kondisi ini disebabkan air yang masuk kedalam ruang bakar melalui saluran udara dan mendapat tekanan yang sangat besar di ruang silinder oleh piston.

"Lebih baik cari jalan lain dan jangan memaksakan kendaraan untuk menerobos banjir," ujar Didi.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Komentar
Close Ads X