Honda Indonesia Akhirnya Bicara Soal Gugatan Rp 1 Miliar

Kompas.com - 03/02/2018, 07:22 WIB
|
EditorAgung Kurniawan

Jakarta, Kompas.com – Honda Prospect Motor (HPM) akhirnya angkat bicara terkait gugatan konsumen Civic Turbo senilai lebih dari Rp 1 miliar yang dilayangkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada Kamis (1/1/2018). Pihak HPM menyatakan bakal menemui konsumen untuk membicarakan masalah itu.

Pemilik Civic Turbo itu, Eko Agus Sistiaji, mengajukan gugatan lantaran kecewa dengan pelayanan pihak Honda yang menangani masalah mesin mobilnya. Kuasa hukum Eko, David Tobing, menjelaskan, pihak Honda telah berinisiatif mengganti mesin mobil tanpa persetujuan Eko terlebih dulu.

Setelah ganti mesin, muncul masalah lain di mobil berpelat nomor B 171 DJI milik Eko, yaitu sensor-sensor di kabin tidak berfungsi baik. Eko sudah minta penjelasan kepada pihak Honda terkait alasan penggantian mesin dan masalah pada mobilnya, namun dikatakan tidak diberikan dengan jelas.

Melalui gugatannya, Eko meminta ganti rugi senilai Rp 1 miliar lebih yang terdiri dari penggantian mobil dengan unit baru spesifikasi sama; membayar sisa angsuran sebesar Rp 277 juta, membayar kerugian sebesar Rp 5 juta, dan membayar kerugian imateril sebesar Rp 960 juta.

Baca: Pemilik Civic Turbo Gugat Honda Indonesia Rp 1 Miliar

Honda Civic Turbo milik Eko Agus Sistiaji, konsumen yang mengajukan gugatan ke Honda Prospect Motor.David Tobing Honda Civic Turbo milik Eko Agus Sistiaji, konsumen yang mengajukan gugatan ke Honda Prospect Motor.

Reaksi Honda

Jonfis Fandy, Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual HPM menjelaskan pihak diler Honda yang menangani mobil Eko akan menemui konsumen. Pihak HPM bakal mendampingi.

“Ya pastilah (menemui konsumen), mungkin pekan depan, tergantung konsumen ada waktunya atau tidak, itu memang sedang diurus. Mudah-mudahan ada mediasi. Kalau mau tahu penyebabnya bisa kami jelaskan,” kata Jonfis kepada KompasOtomotif, Jumat (2/2/2018).

Berdasarkan keterangan kepala bengkel diler yang menangani mobil Eko, Jonfis menjelaskan, mobil Eko sempat overheat hingga piston bengkok. Saat itu penyebabnya belum diketahui hingga diputuskan mengganti mesin dengan unit baru.

Jonfis mengatakan penggantian mesin merupakan bentuk reaksi cepat penanganan konsumen agar bisa menggunakan mobilnya kembali. Sementara itu mesin lama dikirim ke Thailand untuk dipelajari kerusakannya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.