Kompas.com - 02/02/2018, 10:40 WIB
|
EditorAzwar Ferdian

Jakarta, Kompas.com — Kekecewaan Eko Agus Sistiaji atas penanganan pihak Honda Indonesia terhadap kerusakan mobilnya, sedan Civic Turbo, berujung ke upaya hukum. Eko lewat kuasa hukumnya, David Tobing, mengajukan gugatan terhadap Honda Prospect Motor (HPM) ke Pengadilan Tinggi Negeri Jakarta Utara, Kamis (1/2/2018).

Bukan hanya HPM, gugatan juga ditujukan kepada PT Triwarga Dian Sakti sebagai pihak diler. Selain itu, perusahaan pembiayaan dan asuransi juga dijadikan pihak tergugat. Gugatan terdaftar dengan nomor 69/Pdt.G/2018/PN.Jkt.Ut.

Dari keterangan David, Eko pernah membawa mobilnya untuk diperbaiki di bengkel resmi Honda. Setelah beberapa hari, ternyata solusi dari pihak Honda adalah penggantian mesin. Masalahnya, penggantian mesin itu sudah dilakukan tanpa persetujuan Eko.

Setelah tindakan itu, Eko sudah beberapa kali meminta informasi dan penjelasan mengapa mesin mobilnya diganti. Namun, hal itu tidak pernah diberi tahu dengan jelas.

Honda Civic Turbo milik Eko Agus Sistiaji, konsumen yang mengajukan gugatan ke Honda Prospect MotorDavid Tobing Honda Civic Turbo milik Eko Agus Sistiaji, konsumen yang mengajukan gugatan ke Honda Prospect Motor

Urusan bertambah karena mesin baru di mobil Eko juga tidak menyelesaikan, tapi malah menambah masalah. Dikatakan, belum sampai sebulan terjadi masalah sensor yang ada di kabin. Kini mobil Eko sedang berada di pihak Honda.

Ada dua hal yang mendasari gugatan, yaitu pihak Honda dinilai mengabaikan hak Eko mendapatkan keamanan dan kenyamanan menggunakan mobilnya, dan pihak Honda dianggap melanggar hak Eko atas informasi sebenarnya.

“Intinya begini, pelanggaran yang dilakukan bukan hanya melanggar undang-undang konsumen, tetapi juga bisa ke arah pidana karena mengganti mesin harus mengikuti prosedur yang ada karena  surat kendaraan juga harus berubah,” kata David saat dihubungi Kompas.com, Kamis (1/2/2018).

David menjelaskan, sebelum resmi mengajukan gugatan sudah ada mediasi antara Eko dengan pihak Honda. Namun, permintaan Eko mengganti mobilnya dengan unit baru ditolak pihak Honda.

Di dalam gugatan, di antaranya Eko meminta pihak Honda mengganti mobilnya dengan unit baru spesifikasi sama; membayar sisa angsuran sebesar Rp 277 juta, membayar kerugian sebesar Rp 5 juta, dan membayar kerugian imateril sebesar Rp 960 juta. 

Kompas.com sudah menanyakan perkara ini ke pihak HPM. Namun, hingga berita ini diturunkan belum ada respons.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.