Nissan Ajak “Stake Holders” Asia-Oceania Kolaborasi soal Elektrifikasi

Kompas.com - 03/02/2018, 07:02 WIB
All New Nissan Leaf All New Nissan Leaf
|
EditorAgung Kurniawan

Singapura, KOMPAS.com – Salah satu produsen otomotif terbesar di dunia, Nissan, coba menyamakan pandangan soal masa depan mobilitas di kawasan Asia dan Oceania. Dibungkus dalam kegiatan Nissan Futures, pilihan temanya mengarah pada “Masa Depan Mobilitas–Lebih Jauh Mengenai Elektrifikasi”.

Wilayah Asia dan Oceania sendiri dianggap sebagai kawasan yang sedang berkembang pesat. Diskusi sendiri bakal terpusat soal bagaimana solusi mobilitas baru dapat mengatasi beragam tantangan seperti polusi udara, urbanisasi dan kemacetan. Pihak yang bakal hadir di antaranya perwakilan pemerintah, pemimpin industri, serta beberapa pemangku kepentingan lainnya.

“Nissan berkomitmen untuk menghadirkan solusi mobilitas yang lebih cerdas, aman dan berkelanjutan untuk masa depan”, ujar Yutaka Sanada, Nissan Regional Senior Vice President dalam siaran resminya, Jumat (2/2/2018).

“Akan tetapi, kami tidak dapat menggapai masa depan mobilitas tanpa melibatkan pihak lain. Pertukaran informasi antara pemangku kepentingan publik dan swasta (seperti yang berlangsung di Nissan Futures), membantu menciptakan pemahaman bersama atas jalan yang harus dilalui dan membina kolaborasi,” tutur Sanada.

Baca juga : Aliansi Nissan Rajai Pasar Otomotif Dunia, Geser VW dan Toyota

Teknologi Brain-to-Vehicle atau B2V milik Nissan.Istimewa Teknologi Brain-to-Vehicle atau B2V milik Nissan.

Tak sendiri, perusahaan riset Frost & Sullivan juga ikut ambil bagian, dan bakal mengungkapkan sejumlah temuan dari studi yang dilakukan melalui kerja sama dengan Nissan, tentang masa depan kendaraan listrik di Asia Tenggara.

Penelitian yang dilakukan pada konsumen di Indonesia, Singapura, Thailand, Malaysia, Vietnam dan Filipina tersebut, mengungkapkan tentang permintaan yang ada untuk kendaraan listrik, serta hal lain yang menjadi pendorong atau pertimbangan bagi konsumen untuk membeli kendaraan listrik.

Nissan mengklaim punya posisi kuat, membantu memperluas mobilitas di wilayah ini dengan memperkenalkan lebih banyak upaya-upaya elektrifikasi, otonomi dan konektivitas yang lebih luas. Konsep Nissan Intelligent Mobility sebagai visi perusahaan, bisa membuat mobil di masa depan ditenagai, dikendarai dan terkoneksi dengan lingkungan sekitar.

Melalui kendaraan listriknya Leaf  yang terjual sampai 300.000 unit di seluruh dunia sejak pertama kali dijual pada 2010, Nissan tergolong salah satu pemimpin dunia di segmen Electric Vehicle (EV). Generasi kedua Nissan Leaf meluncur di Jepang pada Oktober 2017.

Inovasi terus dilakukan Nissan di sektor tersebut, dan akan memamerkan teknologi “Vehicle to Home”. Teknologi tersebut, membuat baterai Nissan Leaf bisa memasok daya listrik untuk rumah. Nissan Futures akan berlangsung dari 5–7 Februari di Marina Bay Sands Expo & Convention Center.

Peserta Nissan Futures akan mendapatkan kesempatan untuk melakukan uji kemudi atas Nissan Leaf baru, yang akan dilakukan di Centre of Excellence for Testing & Research of Autonomous Vehicles (CETRAN) di Nanyang Technological University.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.