“Apparel” Lokal Baru, Harga Jauh Murah Ketimbang Merek Asing - Kompas.com

“Apparel” Lokal Baru, Harga Jauh Murah Ketimbang Merek Asing

Kompas.com - 19/01/2018, 18:55 WIB
Merek apparel lokal baru asal Bandung, Inventzo. Tri Setia Irawan Merek apparel lokal baru asal Bandung, Inventzo.

Jakarta, Kompas.com – Pertumbuhan penjualan sepeda motor yang tinggi di Indonesia dianggap peluang oleh pengusaha lokal untuk masuk ke bisnis perlengkapan (apparel) biker. Salah satu pemain baru di bisnis itu adalah PT Sinergi Ventura Pratama asal Bandung sebagai pemilik merek Inventzo.

Inventzo sudah diperkenalkan pada 7 Juli 2017. Namun, langkah mainstream baru saja dilakukan lewat pengumuman kerja sama dengan distributor apparel di Jakarta, Motoritz, pada Jumat (19/1/2018).

Sebelum bergandengan dengan Motoritz, Inventzo sudah beredar lewat internet di antaranya di situs e-commerce. Dalam jangka waktu dekat penjualan online akan dipusatkan di situs inventzo.id. Bukan hanya itu, Inventzo juga punya 8 outlet  yang berada di Bandung, Jakarta, Yogyakarta, Malang, dan Surabaya.

Merek apparel lokal baru asal Bandung, Inventzo. Tri Setia Irawan Merek apparel lokal baru asal Bandung, Inventzo.

“Di Indonesia ini sebenarnya khusus sepeda motor populasinya besar, tentu kebutuhan apparel untuk berkendara akan semakin besar. Paling tidak satu orang membutuhkan tiga jenis apparel,” kata Frankie Jonathan, Direktur Sinergi Ventura Pratama.

Invenzto menyasar biker milenial. Saat ini ada tiga produk yang ditawarkan, sarung tangan, jaket, dan headware. Kisaran harga, Rp 100.000-an hingga Rp 400.000-an.

Merek apparel lokal baru asal Bandung, Inventzo. Tri Setia Irawan Merek apparel lokal baru asal Bandung, Inventzo.

Frankie menjelaskan semua produk di produksi lokal di Bandung, sekitar 30 persen produk menggunakan material impor. Sama seperti merek asing, Inventzo juga punya teknologi waterproof, water repellent, climate comfort, wind shield, breathable, dan YKK zipper.

“Memang sekarang ini yang kami lihat kualitas harus tetap bagus tapi harganya terjangkau. Kalau produk impor kan kena import duty, yang kami impor materialnya, bukan barang jadi,” ujar Frankie. 


EditorAzwar Ferdian

Close Ads X