Ini Penyebab Kendaraan di Jakarta Boros Bahan Bakar

Kompas.com - 15/01/2018, 13:05 WIB
Ilustrasi kemacetan jalanan Jakarta. KOMPAS/PRIYOMBODO Ilustrasi kemacetan jalanan Jakarta.
|
EditorAzwar Ferdian

Padang, KompasOtomotif - PT Astra Daihatsu Motor (ADM) menguak fakta menarik ketika melakukan pengetesan produk barunya All-New Terios di jalanan-jalanan Indonesia. Khususnya soal konsumsi bahan bakar, ternyata berkendara di Jakarta pada jam sibuk tergolong paling boros di antara kota lainnya.

Ini seperti diungkapkan Audi Tarantini, EC Advantage Stage Evaluation Department, Test and Validation Division (R&D) ADM. Dirinya kemudian menyebut, alasannya adalah pola berkendara yang membuat mobil berhenti dan bergerak tidak teratur.

“Kota Jakarta dengan kepadatan lalu lintas yang sebentar-sebentar ngerem itu yang membuat boros. Berbeda dengan kota lain seperti contohnya Surabaya dan Semarang di mana pengeremannya teratur dan tidak dilakukan dengan intensitas yang sering, ini yang buat lebih hemat,” ujar Audi, Kamis (11/1/2017).

Baca juga : Ahok Frustasi Atur Lalu-Lintas Jakarta

All New Terios test drive di Padang.Istimewa All New Terios test drive di Padang.

Audi juga menyebutkan, kalau sepeda motor di Jakarta salah satu penyebab mobil sering ngerem . Sementara di Surabaya, di sebutnya ada aturan kalau sepeda motor hanya boleh berada di sebelah kiri, ketika berjalan di sebelah kanan maka ditilang.

“Jadi start-stop itu membuat konsumsi bahan bakar lebih boros. Kalau dihitung, Jakarta lebih boros 20 persen dibanding dengan di Surabaya,” tutur Audi.

Tim Daihatsu kata Audi, melakukan pengujian dengan menggunakan fuel meter dan dilakukan pada waktu pagi' siang dan malam. Di Jakarta juga, kondisi macet pada waktu sore atau malam lebih parah dibanding pagi hari, karena ditambah dengan kesibukan pusat perbelanjaan.

“Kalau pagi kan mall belum buka,” kata Audi.

Kalau terkait dengan konsumsi bahan bakar rata-ratanya, Audi menyebut Jakarta bisa 10 kilometer per liter dengan kecepatan di kisaran 10-20 kpj. Sedangkan di Surabaya sekitar 13 kilometer per liter, pada kecepatan standar 40 kpj.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X