TMMIN Siapkan Rantai Pasok untuk Sienta Hybrid

Kompas.com - 18/10/2017, 08:02 WIB
Toyota Sienta Hybrid Aditya Maulana - KompasOtomotifToyota Sienta Hybrid
|
EditorAgung Kurniawan

Jakarta, KompasOtomotif - Keinginan Toyota untuk memproduksi mobil hybrid mulai terealisasi, yang akan dimulai dari salah satu modelnya Sienta. Memang di negeri asalnya, model ini juga sudah dijual dengan dengan versi ramah lingkungan.

Ketika dikonfirmasi, pihak Toyota Motor Manufacturing Indonesia ( TMMIN) masih belum menjawab detail, soal kapan model tersebut akan diluncurkan. Jika memproyeksi regulasi Low Carbon Emission Vehicle ( LCEV) yang rumornya akan ditelurkan tahun ini, seharusnya Sienta hybrid tak lama lagi akan hadir.

Coba mengorek informasi lagi, Presiden Direktur TMMIN Warih Andang Tjahjono juga ternyata belum memberikan sinyal-sinyal waktu kedatangannya. Namun, dirinya menyebut sedang mempersiapkan rantai pasok (supply chain), sebagai salah satu penopang proses manufakturnya.

“Bukan hanya masalah TMMIN sendiri, tapi juga kami mempersiapkan soal supply chain-nya. Kami perlu waktu untuk itu, pasalnya saat ini mereka masih fokus untuk memasok current model. Kami juga sedang mempersiapkan lead time-nya,” ujar Warih kepada KompasOtomotif, Selasa (17/10/2017).

Baca juga : Toyota Akui Sedang Uji Sienta Hybrid

Model Lain

Warih menambahkan, kalau persiapan ini bukan hanya untuk Sienta saja, tapi juga model lainnya. Bisa diartikan kalau proyek Sienta hybrid goal, Toyota Indonesia bakal melahirkan beberapa produk lain berjenis serupa.

“Soal kesiapan kami tentu siap, karena memang harus seperti itu. Namun memang harus secara komprehensif, mulai dari stake holder-nya, konsumen, dan pemasoknya,” tutur Warih.

Jika mengacu pada usulan skema tarif pajak karbon yang diajukan ke pemerintah, mobil hybrid 1.500-3.000cc dengan emisi karbon (CO2) 125-150  gram per kilometer(g/km) pajaknya hanya 8 persenan. Sedangkan jika CO2-nya lebih dari 150 g/km pajaknya mencapai 12 persen.

Sementara jika mengacu pada aturan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), angkanya mencapai 125 persen dari harga jual, sementara di dalam Peraturan Menteri Keuangan No.132/PMK.10/2015 tentang bea masuk barang impor, sebesar 50 persen.

Skema usulan pajak berdasarkan emisi karbon.Istimewa Skema usulan pajak berdasarkan emisi karbon.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X