Pasar Sepeda Motor Sport Terkoreksi Sampai Akhir 2017

Kompas.com - 22/09/2017, 07:50 WIB
Generasi terbaru Yamaha V-Ixion dipamerkan pada ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2017 di JI Expo, Kemayoran, Jakarta, Jumat (28/4/2017). Sepeda motor sport terlaris Yamaha ini kini tampil lebih slick, terasa semakin modern. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOGenerasi terbaru Yamaha V-Ixion dipamerkan pada ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2017 di JI Expo, Kemayoran, Jakarta, Jumat (28/4/2017). Sepeda motor sport terlaris Yamaha ini kini tampil lebih slick, terasa semakin modern.
|
EditorAgung Kurniawan

Jakarta, KompasOtomotif – Pasar sepeda motor masih buram tahun ini, sampai akhir tahun proyeksi total masih di bawah 6 juta unit. Salah satu segmen yang terpukul yaitu sport, padahal sempat ada proyeksi kalau kelas kendaraan ini bakal menggemuk di 2017.

Nyatanya, sepanjang delapan bulan di 2017 ini, perolehannya justru terkoreksi sampai 12,79 persen, berdasarkan data distribusi Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia ( AISI). Jumlah totalnya sepanjang tahun ini (Januari-Agustus) hanya 378.274 unit.

Sementara perolehannya tahun lalu pada periode yang sama mencapai 433.755 unit. Padahal sejak akhir tahun lalu, pasar sport sudah dirangsang dengan lahirnya beberapa produk baru atau model yang disegarkan, di antaranya ada CBR250RR, GSX 150cc dan Vixion terbaru.

Meski pada dua bulan pertama semester kedua (Juli dan Agustus) distribusi mulai positif, setelah sepanjang semester pertama selalu minus, Thomas Wijaya, Direktur Pemasaran AHM masih memprediksi pesimis perolehan sampai akhir tahun.

Baca juga : AISI Masih Realistis Soal Target

“Kondisi pasar domestik sampai dengan Agustus 2017 secara total stabil, tapi di segmen sport terkoreksi hampir 17 persen, begitu juga dengan kontribusinya yang menurun menjadi 10 persenan sepanjang delapan bulan ini (minus 2 persenan). Secara total pasar sport akan terkoreksi di tahun ini,” ujar Thomas kepada KompasOtomotif, Selasa (18/7/2017).

Soal kondisi ini, Thomas menuturkan, kambing hitamnya masih karena kondisi ekonomi yang melemah. Ini menguatkan pernyataan Sigit Kumala, Ketua Bidang Komersial AISI, yang menyebut kalau konsumen sepeda motor paling terpukul soal kondisi ekonomi.

“Ini dipengaruhi oleh kondisi ekonomi yang relatif melemah, dan berdampak di segmen sport, di mana masyarakat cenderung menunda pembelian, penggantian atau penambahan, serta ada juga sebagian yang beralih ke matik,” ucap Thomas. 

Distribusi segmen sepeda motor sport Januari-Agustus 2017 (diolah dari data AISI).Ghulam/KompasOtomotif Distribusi segmen sepeda motor sport Januari-Agustus 2017 (diolah dari data AISI).



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X