Jawaban Xpander untuk Pilihan Penggerak Roda Depan

Kompas.com - 16/08/2017, 07:01 WIB
Xpander gunakan penggerak roda depa Stanly/KompasOtomotifXpander gunakan penggerak roda depa
Penulis Stanly Ravel
|
EditorAgung Kurniawan

Tangerang, KompasOtomotif - Sebagai pendatang baru Mitsubishi sudah banyak menerima "serangan" berupa kritik maupun seputar desain dan teknis dari kompetitor. Salah satu yang paling sering ditanyakan adalah mengenai pilihan menggunakan sistem penggerak roda depan.

Terdapat pemahaman, seharusnya sebagai MPV tujuh penumpang, Xpander lebih cocok menggunakan sistem penggerak belakang untuk medan di Indonesia. Selain karakter yang lebih halus dan kuat digunakan pada beragam medan jalan, penggerak belakang juga lebih murah dalam hal perawatan.

Menanggapi hal ini, pihak Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), menyatakan, perkembangan mobil di seluruh dunia memang mengarah pada penggunaan penggerak roda depan.

Baca : Sihir Xpander Makin Mujarab

"Hampir semua mobil saat ini menggunakan roda depan, bahkan kebanyakan besar mobil premium di kelas MPV juga sudah bayak yang mengaplikasi. Kenapa? Karena roda depan lebih responsif dan efesien," ucap Boediarto Department Head Technical Serivce Sales and Marketing Division MMKSI Boediarto, kepada media di Tangerang, Senin (14/8/2017).

Boediarto, menbklaim, penggerak depan lebih cepat dan tepat saat bermanuver karena konsentrasi roda dikendalikan dari depan. Hal ini membuat dampak oversteer mampu dikoreksi dengan cepat karena kontrol roda dan kemudi sama-sama berada di depan.

Lantai kabin Xpander lebih rata dengan penggerak roda depanStanly/KompasOtomotif Lantai kabin Xpander lebih rata dengan penggerak roda depan

Tidak hanya itu, saat mobil terjebak seperti mengalami ban depan yang ambles akan lebih mudah untuk meloloskan diri. Hal ini dikarena kontrol arahnya ada di depan tidak dibelakang.

"Contoh seperti mobil off-road, meski banyak rintangan medan berat, tetapi fokus dia tetap mengendalikan arah roda melalui kemudi. Karena kontrol roda ada di depan tidak di belakang. Saat kita alami salah satu ban masuk ke selokan, sebenarnya lebih mudah ditangani mobil penggrak roda depan ketimbang belakang," ucap Boediarto.

Baca : Mengintip "Omotenashi" pada Kabin Mitsubishi Xpander

Lebih Nyaman
Sebelumnya pebalap reli nasional Rifat Sungkar juga pernah membahas mengenai keunggulan roda depan. Menurut Rifat, adalah dengan penggunaan komponen yang lebih ringkas, maka tingkat gesekan yang terjadi akan makin minim, bahkan membuat ruang kabin lebih lapang dibanding mobil pengerak roda belakang.

Mitsubishi Xpander GIIAS 2017Stanly/KompasOtomotif Mitsubishi Xpander GIIAS 2017

“Mobil penggerak depan tidak membutuhkan propeler shaft sebagai penyalur tenaga dari transmisi ke roda belakang yang biasa dipakai mobil penggerak belakang. Ini bikin lantai kabin bisa dibuat rata karena tidak perlu ruang untuk propeler shaft,” kata Rifat.

Lantai yang rata, tentu menambah level kenyamanan kabin jauh lebih baik. Ketiadaan poros gardan ini juga mengurangi bobot mobil, sehingga mobil menjadi lebih ringan. Letak mesin yang berada di bagian depan, di atas roda, juga membuat traksi menjadi lebih baik. Ban mobil lebih rigit untuk menapak serta menarik roda belakang.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X