30 Tahun Ekspor, Ini Sumbangsih Toyota Indonesia

Kompas.com - 29/07/2017, 08:02 WIB
Aktivitas ekspor TMMIN di Pelabuhan Tanjung Priuk Roderick Adrian Mozes/Kompas.comAktivitas ekspor TMMIN di Pelabuhan Tanjung Priuk
|
EditorAgung Kurniawan

Jakarta, KompasOtomotif – Selain memenuhi pasar domestik, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) juga mengekspor lebih dari 1,1 juta unit, sepanjang 30 tahun. Ini sebagai salah satu bentuk sumbangsih dalam pengembangan industri otomotif Indonesia.

Bukan hanya soal konsistensi, pencapaian ekspor Toyota sejauh ini juga memberikan efek positif ke dalam negeri. Selain industrinya berkembang, kualitas sumber daya manusia (SDM) yang terlibat langsung atau tidak juga semakin maju.

“Sekarang SDM sudah 9.500 orang, dengan supply chain yang semakin banyak. Kemampuan (capability) orangnya juga terus meningkat, seiring teknologi yang semakin baik dan terus maju,” ujar Warih Andang Tjahjono, Presiden Direktur TMMIN kepada KompasOtomotif, Jumat (28/7/2017).

Kemudian yang terakhir, kata Warih, ekspor yang dilakukan Toyota juga memberikan nilai positif pada trade balance atau selisih bersih dari nilai ekspor dan impor barang. Sederhananya, jika angkanya positif berarti surplus atau ekspor melebihi impor, tapi kalau negatif menunjukkan impor melebihi ekspor.

“Terakhir, yang sering kami singgung adalah trade balance. Kami terus berusaha agar trade balance itu positif, di mana untuk mengejar itu lokal produksi harus besar. Itu adalah cara membandingkan ekspor dan impor,” ucap Warih.

“Itulah yang mungkin secara signifkan kami berikan kepada Indonesia, “ ucap Warih.

Dukungan Pemerintah

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Warih menambahkan, dirinya berharap kalau Toyota Indonesia bisa semakin kompetitif. Sehingga bisa mengisi pasar yang sedang mengalami pertumbuhan, seperti di Asia, Afrika Utara, dan Amerika Selatan.

Demi mencapai itu, Warih mengakui memang perlu mendapat dukungan pemerintah. “Sekarang pemerintah sedang berusaha untuk meningkatkan infrastruktur jalan, pelabuhan, seperti itu. Kemudian terkait  logistik, dwelling time-nya dikurangi, itu saya kira bisa menuju ke arah yang ideal,” ucap Warih.

“Sebenarnya, kalau Indonesia semakin banyak punya fasilitas ekspor, pelabuhan yang dekat dan dwelling time pendek, kapasitas penampungannya besar, itu pasti meningkatkan kemampuan kita dibidang logistik, dan kalau itu bagus, akan membuat daya saing akan meningkat,” ujar Warih.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.