Antara Honda Jazz Turbo dan "Hybrid" di Indonesia

Kompas.com - 19/06/2017, 15:50 WIB
Honda Jazz Turbo Stanly/KompasOtomotifHonda Jazz Turbo
Penulis Stanly Ravel
|
EditorAgung Kurniawan

Jakarta, KompasOtomotif - Meski beberapa negara tetangga sudah ada yang memasarkan Honda Jazz Hybrid, namun Honda Indonesia sampai saat ini belum berencana untuk memasukannya. Alasan tersebut yang membuat Honda Prospect Motor (HPM) lebih mendahulukan teknologi turbo yang sudah diterapkan pada beberapa produk barunya.

Baca : Honda Jazz "Facelift" Meluncur Agustus ?

Lalu apakah nantinya Jazz juga akan mengadopsi turbo seperti CR-V dan Civic, atau mungkin berencana mengenalkan hibrida. Menjawab pertanyaan ini, Marketing and After Sales Service Director HPM Jonfis Fandy, menjelaskan, antara teknologi hybrid dan turbo sebenarnya tidak bisa dipilih, keduanya sudah sama-sama berjalan saat ini.

"Gini, hybrid itu menjadi teknologi transisi untuk nantinya mobil bisa berjalan tanpa menggunakan bahan bakar, contohnya seperi listrik. Kalau turbo, pengembangan dari mesin konvensional yang menggunakan bahan bakar. Turbo berguna untuk menaikan tenaga dengan menurunkan konsumsi bahan bakar yang bisa menekan gas buang, jadi keduanya tidak bisa dipilih mau yang mana, kita lihat dari sisi benefit untuk konsumen saja," papar Jonfis saat berbincang dengan media di Jakarta, Sabtu (17/6/2017).

Untuk Jazz Hybrid, sampai saat ini HPM belum berencana untuk memasukannya di Indonesia. Sedangkan untuk menerapkan teknologi turbo di mesin 1.500 cc milik Jazz, dari sisi harga menurut Jonfis tidak akan menguntungkan bagi konsumen.

Febri Ardani/Otomania.com Honda Civic Turbo hatchback menggunakan mesin 1.5L DOHC, 16 katup, VTEC Turbo + DBW yang sama seperti versi Civic sedan.

"Kenapa Jazz tidak turbo, karena Jazz kapasitasnya 1.500 cc, kalau kita pasangkan turbo harga jadi naik pajak juga bertambah. Masalahnya mau tidak konsumen bila sudah dipasang turbo harga Jazz misalnya naik Rp 60 juta, tidak ada benefitnya kan, sama juga bila Brio kita pasang turbo jadi mahal," kata Jonfis.

Hal ini berbeda dengan penerapan turbo pada mesin CR-V. Menurut Jonfis, CR-V memiliki mesin besar dengan pajak yang lebih tinggi, sehingga saat diturunkan kapasitasnya pajak juga ikut turun, dengan begitu ada pengalihan menerapkan teknologi turbo yang berujung keuntungan bagi konsumen.

Baca : Honda Jazz "Hybrid" Meluncur di Malaysia

"CR-V punya mesin 2.400 cc dengan pajak 20 persen, saat jadi 1.500 cc turun 10 persen (pajak). Dari situ ada kompensasi bila kita pasang turbo, jadi antara mesin mesin dan pajak ada kompensasi dan benefit untuk konsumen, kalau di Jazz harga pasti akan mahal," ucap Jonfis.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.