Yamaha-Honda Satu Suara soal Kartel

Kompas.com - 12/01/2017, 15:43 WIB
Tim kuasa hukum Astra Honda Motor sebagai Terlapor II dalam persidangan di kantor Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Senin (9/1/2017). Febri Ardani/KompasOtomotif Tim kuasa hukum Astra Honda Motor sebagai Terlapor II dalam persidangan di kantor Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Senin (9/1/2017).
|
EditorAgung Kurniawan

Jakarta, KompasOtomotif Yamaha (terlapor I) dan Honda (terlapor II), para terlapor dugaan kartel dari Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), seolah saling menyambung lidah saat mempresentasikan materi di persidangan pembacaan kesimpulan di Jakarta, Senin (9/1/2017).

Keduanya saling melengkapi, membantah dengan bukti dan logika dugaan kartel dari tim investigator KPPU.

Tim kuasa hukum Yamaha menyampaikan tiga aspek sangkalan kartel, yaitu formal, tidak adanya komunikasi dengan Honda, dan tidak ada bukti ekonomi.

Sementara itu, kubu kuasa hukum Honda menyatakan, dugaan KPPU sumir dan tidak punya bukti kuat. Selain itu, KPPU dikatakan membuat urutan peristiwa yang salah hingga melakukan kesalahan analisis.

“Saya kira dari yang sudah disampaikan dari pihak terlapor I benar adanya. Memang dalam proses persidangan tidak berhasil dibuktikan. Tidak ada motif ekonomi (bagi Honda), dua perusahaan ini sudah memiliki reputasi yang lama, tentu tidak akan bermain dengan itu,” ucap Andi Hartanto, General Manager Corporate Secretary & Legal AHM, usai persidangan.

Sama seperti pihak Yamaha, Andi berharap keputusan majelis komisi bakal adil. Sebab, yang dikhawatirkan, perkara ini bisa mengaburkan arus investasi ke dalam negeri.

“Karena itu, kami sebagai perusahaan yang sudah lama berada di Indonesia, yakni lebih dari 45 tahun, berharap KPPU sebagai lembaga yang terhormat bisa memberikan keputusan seadil-adilnya untuk kepentingan yang terbaik bagi semua juga bagi konsumen, dan bagi para pelaku usaha,” kata Andi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.