Kompas.com - 14/11/2016, 17:35 WIB
Mitubishi Triton sedang diuji konsumen di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (12/11/2016). Febri Ardani/KompasOtomotifMitubishi Triton sedang diuji konsumen di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (12/11/2016).
|
EditorAzwar Ferdian

Jakarta, KompasOtomotif Mitsubishi Triton merupakan pemimpin di segmen pikap kabin ganda 4X4, namun sebagian besar pembelinya dari golongan fleet. Hal itu bagus, namun PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) melihat ada peluang lain yang bisa dikembangkan, yakni dari golongan pembeli satuan yang butuh kendaraan penunjang hobi ataupun gaya hidup.

“Tidak dapat dipungkiri, kalangan lifestyle di pikap kabin ganda itu ada. Triton kuatnya di konsumen fleet, padahal pehobi dan lifestyle juga besar, tetapi justru lebih banyak digarap oleh kompetitor,” ucap Imam Choeru Cahya, Head MMC Sales & Marketing Group KTB, di Bogor, Sabtu (12/11/2016).

Menurut Imam, KTB sedang mencoba mengarahkan sebagian haluan pemasaran ke konsumen demikian. Salah satu buktinya menggelar Triton Family Gathering di Bogor, Jawa Barat, pada akhir pekan lalu. Dalam acara ini KTB mengundang konsumen pemilik pikap kabin ganda dan komunitas untuk merasakan langsung kelebihan Triton melibas medan off-road.

“Kami ingin memperkenalkan kemampuan asli Triton kepada kalangan pehobi dan lifestyle,” kata Imam.

Triton selalu dominan di segmen pikap kabin ganda 4X4. Pada Oktober lalu, jelas Imam, Triton meraup pangsa pasar 59 persen atau 650 unit.  Jika diakumulasi dari Januari – Oktober, pangsa pasarnya 52,3 persen atau 5.393 unit.

Sebesar 70 persen dari penjualan Triton berasal dari pembeli borongan. Sisanya terbagi menjadi dua, 20 persen pembeli satuan untuk usaha dan baru 10 persen dari pehobi dan gaya hidup.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X