Program Skuter Listrik Honda Dianggap Percuma

Kompas.com - 07/09/2016, 07:22 WIB
|
EditorAgung Kurniawan

Jakarta, KompasOtomotif – Program Uji Coba Perilaku Berkendara‎ Sepeda Motor Listrik, yang digulirkan Astra Honda Motor (AHM) bersama dengan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, dan Universitas Indonesia, mendapat respons dari pihak Garansido.

Diwakili oleh Muhammad Al Abdullah, Presiden Direktur Grup Garansindo yang menanggapi, kalau program tersebut dianggap tidak perlu. Ini karena sepeda motor listrik bukan sesuatu yang baru, namun sudah pernah ada sebelumnya.

“Kalau sepeda motor otonomos (tanpa pengemudi), sangat masuk akal jika harus melalui tahap studi seperti itu, namun kalau terkait skuter listrik saya rasa tidak  perlu. Kendaran seperti ini sudah digunakan puluhan tahun dan sudah sangat common, jadi tidak perlu lama menyesuaikan karakternya,” ucap Memet kepada KompasOtomotif, Selasa (6/9/2016).

Baca juga : ITS-Garansindo Siap Tes 10 Unit Gesits

Uji coba tersebut dilakukan pada periode September-Oktober 2016, melibatkan para pengguna sepeda motor di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek). Metode uji coba dilakukan melalui pengamatan dan pengalaman perilaku berkendara, dengan sepeda motor listrik Honda EV Neo, yang disediakan sepanjang program berlangsung.

Pria yang akrab disapa Memet ini menyebutkan, pengujian juga dilakukan dengan produk lama Honda, dengan performa yang tidak sebanding dengan sepeda motor konvensional. Ini bisa saja akan membuat masyarakat masih tetap memilih sepeda motor konvensional.

“Jadi tidak perlu lagi program seperti itu. Apalagi diuji coba dengan menggunakan produk lama EV Neo, yang performanya tidak sepadan dengan sepeda motor konvensional, hanya setara dengan sepeda motor bensin 50cc. Bisa-bisa kesimpulannya negatif,” ucap Memet.

Agung Kurniawan/KompasOtomotif Menristek dan Dikti M Nasir lagi tes-ride Gesits, skuter listrik hasil kolaborasi Garansindo dan ITS.

Jangan Mudah Tergiring

Memet melanjutkan, dirinya merasa khawatir akan hasil dari studi yang dilakukan oleh AHM terhadap sepeda motor listrik. Dirinya berharap pemerintah tidak tergiring oleh opini yang dibuat oleh AHM, yang berujung pada munculnya sikap negatif terhadap pengembangan sepeda motor listrik.

“Tolong pemerintah jangan sampai tergiring oleh opini dari hasil studi yang dilakukan tersebut. Apalagi sampai mempengaruhi kebijakan yang akan dikeluarkan,” ucap Memet.

Baca juga : Honda EV Neo Vs Gesits Garansindo-ITS

Gransindo bersama dengan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) sudah memperkenalkan calon “Motor Nasional”, Gesits. Performa skuter listrik tersebut, setara dengan sepeda motor 125 cc.

Sementara Margono Tanuwijaya, Direktur Pemasaran PT Astra Honda Motor(AHM) mengatakan, jika pengambilan sampel survei memenuhi syarat, maka satu bulan akan cukup.

“Jadi kita ingin tahu sebenarnya pola dari masyarakat Indonesia terhadap kebutuhan akan motor listrik. Sehingga apabila di masa yang akan datang kami akan menjual motor listrik, sudah disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia,” ujar Margono kepada KompasOtomotif.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.