Rencana Filipina Jadi Basis Otonomos di ASEAN

Kompas.com - 26/08/2016, 07:43 WIB
Ilustrasi mobil otonomos atau self-driving Tesla. Ilustrasi mobil otonomos atau self-driving Tesla.
|
EditorAgung Kurniawan

Manila, KompasOtomotif – Filipina melihat peluang menjadi basis produksi kendaraan berteknologi masa depan, otonomos. Pilihan itu serius sebab perusahaan konglomerasi lokal Ayala Corporation sudah menyiapkan dana 100 juta dollar Amerika Serikat (Rp 1,32 triliun) buat mewujudkannya.

Via anak perusahaan divisi kendaraan, AC Industrial Technology Holdings (ACITH), investasi itu membuka kolaborasi dengan perusahaan asing yang mau bekerja sama. Diberitakan Paultan.org dari pemberitaan Nikkei Asian Review, bos ACITH Arthur Tan mengatakan, saat ini perusahaannya sedang berdiskusi dengan tiga perusahaan.

Tan tidak mau menyebut perusahaan itu, namun skemanya diketahui bakal mendirikan perusahaan join venture dengan komposisi 50 persen saham milik ACITH. Tujuan utamanya memproduksi lokal kendaraan otonomos yang diprediksi bakal kejadian tiga tahun dari sekarang.

Filipina mencari alternatif lain, sebab sumber utama kendaraan “konvensional” sudah dikuasai tiga negara di Asia Tenggara , yaitu Indonesia, Thailand, dan Malaysia.  

“Ayala, dengan jejak Asia Tenggara, memiliki kesempatan sekarang untuk melampaui pemain lama di kawasan dan membuat kami berbeda dalam pencarian rekanan perusahaan otomotif,” kata Tan. 



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X