Filipina, “Ladang” Baru Industri Otomotif ASEAN

Kompas.com - 25/08/2016, 07:22 WIB
Penjualan mobil yang dilakukan di salah satu pusat perbelanjaan di Manila, Filipina. NikkeiPenjualan mobil yang dilakukan di salah satu pusat perbelanjaan di Manila, Filipina.
|
EditorAgung Kurniawan

Manila, KompasOtomotif – Meledaknya pasar kendaraan roda empat bersamaan dengan membaiknya kondisi ekonomi, membuat produsen mobil dari Jepang, Eropa dan Amerika, mulai duduk manis dan memperhatikan Filipina.

Pada semster pertama, penjualan kendaraan baru mencapai 189.000-an unit, atau naik 27,7 persen dibanding tahun lalu. Jumlah tahun ini sudah melebihi total penjualan pada 2012 dan sedang mengalami percepatan untuk menuju angka 400.000 unit di 2016. Tahun lalu ada sekitar 320.000 kendaraan yang dijual .

Memang, angka ini masih terbilang kecil dibanding Indonesia maupun Thailand, yang sudah sampai  1 juta unit. Namun, jika Filipina tetap mempertahankan pertumbuhan penjualan di angka 20 persen, bukan tidak mungkin dalam 5 tahun bisa mencapai angka sejuta.

Dahulu, Filipina dianggap tidak menarik untuk pasar mobil, karena sedikitnya jumlah masyarakat kelas menengah. Namun, kondisi ekonomi Filipina yang terus menanjak, sejak kepemimpinan Benigno Aquino pada 2010, sampai pada tahun ini pertumbuhannya mancapai 6 persen, dan ini merupakan angka yang sangat mengesankan.

Meningkatnya sektor otomotif?

Tidak dipungkiri, kalau masih sedikit mobil dibuat di Filipina, membuat jumlah impor mobil baru lebih banyak dibanding produk dalam negeri, di angka 70 persen. Semua pabrik komponen dan fasilitas lainnya, masih terkonsentrasi di Thailand, sehingga biaya produksi mobil di sini menjadi mahal.

Pemerintah Filipina di bawah Rodrigo Duterte (pengganti Benigno) berusaha untuk memacu produksi dalam negeri, dengan menawarkan subsidi sebesar  1.000 dolar Amerika atau Rp 13 juta per satu kendaraan, demi menutupi biaya bahan tambahan. Toyota Motor dan Mitsubishi Motors baru-baru ini memenuhi syarat dan akan segera meningkatkan produksi lokal.

Industri otomotif mencakup spektrum yang luas. Sektor autopart (komponen) yang tumbuh, bisa menciptakan lebih banyak pekerjaan dan memperluas pasar. Seperti pembuat pipa baja Jepang Nishiyama Seisakusho, yang berkantor pusat di Prefektur Kanagawa, telah membangun fasilitas pabrik di Filipina.

Kemudian, Bank Jepang untuk kerjasama international, menyediakan pembiayaan bagi produsen komponen Nissin Precision Machines yang berbasis di Jepang, untuk operasi unitnya di Filipina. Daerah pedesaan Filipina, yang memberikan sejumlah keuntungan bagi produsen asing, membuat para investor tertarik untuk membangun pabrik.

Tidak hanya skala upah rendah, tetapi pekerja rata-rata berusia 23 tahun. Membandingkan dengan lokasi lain, saat ini, biaya tenaga kerja sedang meroket di Cina, lalu Thailand yan g malah sedang menghadapi kekurangan pekerja.

Di tengah kondisi tersebut, Filipina seharusnya bisa menciptakan sebuah daya tarik terhadap para investor, dan mulai berharap besar untuk menjadi basis produksi mobil baru di ASEAN.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X