Semangat TKDN, Bisa Majukan Industri Otomotif

Kompas.com - 09/08/2016, 08:22 WIB
Pabrik perakitan Gaya Motor. Febri Ardani/KompasOtomotifPabrik perakitan Gaya Motor.
|
EditorAgung Kurniawan

Jakarta, KompasOtomotif – Pemberlakuan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) merupakan salah satu upaya majukan industri Indonesia. Tingginya komponen lokal juga memperkuat daya saing industri dalam negeri, salah satunya melalui otomotif.

I Gusti Putu Suryawirawan, Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian mengatakan, TKDN sendiri merupakan suatu batasan atau nilai yang mereprentasikan berapa nilai kandungan lokal dalam negeri dari suatu barang atau jasa.

Menurut Peraturan Menteri Perindustrian No. 16 tahun 2011 pasal 1 nomor 10, komponen dalam negeri barang atau adalah penggunaan bahan baku, rancang bangun dan perekayasaan, yang mengandung unsur manufaktur, fabrikasi, perakitan, dan penyelesaian akhir pekerjaan, serta penggunaan jasa dengan memanfaatkan tenaga kerja termasuk tenaga ahli, alat kerja termasuk perangkat lunak dan sarana pendukung, sampai dengan penyerahan akhir yang berasal dari dan dilaksanakan di dalam negeri.

"Semangat dari pemberlakukan TKDN adalah menumbuhkan dan mengembangkan  industri di dalam negeri. Melalui persyaratan TKDN, vendor asing ‘dituntut’ untuk melakukan kerjasama dengan perusahaan lokal untuk memenuhi persentase nilai TKDN yang diwajibkan,” ujar Putu kepada KompasOtomotif, Senin (8/8/2016).

Putu melanjutkan, parameter perhitungan TKDN secara sederhana berdasarkan.

1. Material langsung, yang dihitung berdasarkan negara asal (country of origin)

2. Tenaga kerja dihitung berdasarkan kewarganegaraan.

3. Alat kerja dihitung berdasarkan kepemilikan.

“Suatu produk disebut memiliki kandungan lokal, bila ada nilai tambah dalam proses pengerjaannya di dalam negeri. Misalnya proses perakitan, walaupun material impor, tapi dalam proses pengerjaan melibatkan tenaga kerja dari Indonesia, dan alat kerja dari dalam negeri, masih bisa dikategorikan memiliki nilai TKDN,” tutur Putu.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X