Kompas.com - 29/07/2016, 08:01 WIB
|
EditorAgung Kurniawan

Medan, KompasOtomotif – Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) melaporkan penjualan kendaraan niaga selama semester pertama 2016 (Januari – Juni) masih jauh dari ekspektasi. Meski begitu KTB memandang ada harapan lebih bagus pada semester kedua.

Pada Maret lalu, Presiden Direktur KTB Hisashi Ishimaki menyampaikan target penjualan kendaaraan niaga pada tahun ini naik lima persen dibanding hasil 2013 (38.586 unit) menjadi 40.500 unit. Keinginan itu bisa jadi sulit, sebab selama enam bulan 2016, KTB hanya mencatatkan penjualan (ritel) 15.531 unit, masih jauh dari separuh target.

“Ini masih di bawah harapan kami sendiri,” kata Doni Maksudi, Head of Mitsubishi Fuso Field KTB, di Medan, Kamis (28/7/2016).

Menurut Doni hasil pada semester pertama masih dipengaruhi kondisi ekonomi yang lesu. Meski begitu dia mengungkap prediksi, pada semester kedua pasar kendaraan niaga bakal membaik seperti tren bertahun-tahun ke belakang.

“Biasanya memang kalau melihat tren, semester kedua lebih tinggi. Semester satu kali ini jauh di bawah harapan kami. Kemudian tentunya kami mengharapkan semester kedua akan sama seperti tren sebelumnya,” kata Doni.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.