Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 11/12/2015, 17:01 WIB
|
EditorAgung Kurniawan

Jakarta, KompasOtomotif - Kencan menggoda kali ini datang dari Kawasaki Vulcan S. Menggoda? Sudah pasti karena Vulcan S bukan sembarang motor besar. Sepeda motor tipe cruiser ini seakan punya magnet untuk dikendarai sebagai moge yang mudah dijinakkan.

Sebelumnya sudah dibahas soal penampilan Vulcan S, desain yang ergonomis, fitur-fitur, sampai sensasi berkendara secara singkat. Lalu bagaimana bila motor dengan mesin pararel kembar 650 cc DOHC ini menjadi kendaraan harian untuk beraktivitas? Simak ulasan berikut.

Tidak ada masalah berarti dengan posisi berkendara. Motor dengan banderol Rp 167 juta ini punya desain ergonomis. Jarak jok dengan tanah terbilang rendah dan kaki bisa penuh menapak aspal. Masalah bobot mungkin yang jadi soal, dengan berat mencapai 226 kg, jelas butuh tenaga lebih buat membawa motor meliuk lincah.

Peralatan berkendara sudah dikenakan, waktunya berangkat! Hidupkan mesin dengan sentuhan ringan pada tombol starter, suara yang keluar dari knalpot saat idle (langsam) masih terasa sopan, tapi kalau gas dipuntir suara yang keluar pun besar. Khas moge Kawasaki.

KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZES Motor Kawasaki Vulcan S saat diuji coba di kawasan Parkir Timur Senayan, Jakarta, Senin (30/11/2015). Sepeda motor bergenre cruiser dengan mesin 650cc dua silinder ini dijual dengan harga sekitar Rp 167 juta on the road.

Posisi Berkendara 

Tak sulit mencari posisi berkendara yang nyaman, dengan posisi setang lebar tidak terlalu tingggi ataupun rendah. Tuas kopling juga tidak terasa keras, rasanya tidak cepat pegal bila terjebak macet di Ibu Kota. Masuk gigi satu, lepas kopling perlahan dan jalan.

Posisi kaki "selonjoran" ke depan untuk menggapai footstep dan tuas persneling di kaki kiri serta tuas rem di kaki kanan. Butuh waktu buat adaptasi di posisi duduk ini, apalagi buat rider yang biasa membawa motor jenis sport.

Vulcan S punya catatan daya 62 tk pada 7.500 rpm dan torsi puncak 64 Nm pada 6.500 rpm. Meski punya mesin yang sama dengan Ninja 650, Versys 650, atau ER-6n, Vulcan lebih cepat mencapai torsi puncak.

Hebatnya, motor ini tidak ada gejala "loncat-loncat" saat dibawa pelan atau sekitar 40-50 kpj. Sangat tenang, tapi jangan remehkan akselerasinya. Awak redaksi tergoda untuk memutar gas lebih dalam, dan hasilnya laju responsif sangat mudah didapat.

Persoalan mengendarai Vulcan bukan soal kecepatan, tapi bagaimana cara mengatasinya di jalur padat. Hasilnya di luar dugaan, Vulcan bisa nyaman saat diajak stop and go di tengah kemacetan. Kendalanya hanya dimensi motor yang di atas rata-rata motor biasa, maka kita harus rela antre tanpa bisa "selap-selip" di tengah mobil.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.