Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Jasamarga

Tanpa Sedan Indonesia Sulit Genjot Ekspor

Kompas.com - 20/11/2015, 11:14 WIB
Febri Ardani Saragih

Penulis

Jakarta, KompasOtomotif – Indonesia harus bisa memproduksi lebih banyak sedan bila ingin menambah volume ekspor kendaraan CBU (completely built up). Alasannya, karena permintaan terbesar di pasar global adalah sedan.

Direktur Jenderal (Dirjen) Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian (Kemenperin) I Gusti Putu Suryawirawan, menjelaskan, produksi Indonesia tinggi pada model MPV dan mobil komersial, tapi permintaan dunia atas keduanya dinilai tidak begitu besar.

“Kendaraan global yang dibuat di sini bisa meningkatkan utilitas produksi kita,” ujarnya di kantor Kementerian Perindustrian, Kamis (19/11/2015).

Pada 2014, total kapasitas produksi Indonesia mencapai 1.928.131 unit per tahun namun volume yang selama ini dimanfaatkan hanya 68 persen. Itu artinya masih ada 32 persen kemampuan produksi potensial.

Dikte prinsipal

Dirjen mengatakan masalah yang sedang dihadapi adalah Indonesia didikte prinsipal. “Profil dari ekspor kendaraan bermotor kita itu, peran dari prinsipal sangat besar. Kita tidak bisa tentukan, kemana dan apa. Hanya bertanya saja. Prinispal sangat kuat untuk menentukan produk-produk apa yang diekspor,” katanya. .

Saat ini ada tujuh pengekspor kendaraan CBU dari Indonesia yaitu, Daihatsu, Toyota, Suzuki, Nissan, Honda, Hyundai, dan Hino.

“Toyota dan Daihatsu menguasai sekitar 20 negara tujuan ekspor, yang lain hanya satu atau dua negara. Ini perlu kita tingkatkan agar industri komponen kita beragam. Sulit kalau tidak ada komponen, ini berpengaruh ke bahan baku, hulunya.,“ jelas Dirjen lagi.

Domestik

Bertambahnya produksi kendaraan juga harus didukung penyerapan domestik. Jika ingin mencetak lebih banyak sedan dan menjadi pemain global, setidaknya permintaan di dalam negeri harus dirangsang. Dirjen melempar wacana dengan memangkas luxury tax untuk sedan.

“Kita mulai mengarahkan kepada sedan, karena itulah 90 persen kendaraan di global. Kita mulai dari sedan kecil baru ke yang lebih besar. Dengan begitu target untuk dua juta unit (road map penjualan domestik pada 2020) bisa kita capai,” papar Dirjen.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Negosiasi Tarif Trum 32 Persen, Indonesia Kirim Tim Lobi Tingkat Tinggi ke AS
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau