Kompas.com - 25/09/2015, 18:58 WIB
Kondisi jalan menuju Berau, Kalimantan. Stanley Ravel/KompasOtomotifKondisi jalan menuju Berau, Kalimantan.
Penulis Stanly Ravel
|
EditorAgung Kurniawan

Jakarta, KompasOtomotif - Menguatnya dollar membuat nilai tukar rupiah melemah. Dampaknya cukup mempengaruhi banyak sektor, salah satunya berimbas pada rencana revisi harga yang akan dilakukan PT Astra Daihatsu Motor (ADM) dari produknya.

Direktur Marketing ADM Amelia Tjandra yang sempat berbincang dengan beberapa wartawan otomotif di Maratua, Kalimantan Timur, turut menuturkan mengenai revisi harga. Amelia mengatakan bahwa akibat kondisi yang tidak stabil, Daihatsu akan berencana menaikan harga.

"Kondisi realitanya memang sangat berat saat ini, kami juga sudah ada rencana untuk menaikan harga. Karena meski mobil dirakit di Indonesia, tapi tetap ada beebrapa materi yang masih kita impor untuk membuat mobil, itu jelas kaitanya dengan dollar," ucap Amelia di Maratua, Rabu (23/9/2015).

Rencana Daihatsu dalam menaikan harga nantinya akan ada perbedaan pada setiap model. Meski demikian ADM berusaha untuk tidak memberatkan calon konsumen atau Sahabat Daihatsu yang sudah menggunakan produk Daihatsu. Bahkan sampai saat Ini Daihatsu juga masih menggunakan harga dari nilai tukar rupiah yang lama untuk semua produknya.

"Untuk persentase kenaikanya saya belum bisa bilang. Tapi kalau waktu sepertinya dalam waktu dekat. Sampai saat ini Daihatsu masih memasarkan mobil dari kurs Rp 11 ribuan. Sekarang dollar sudah Rp 14 ribuan, bisa dibayangkan sendiri seperti apa kami kan," ujar Amelia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X