Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Lima Mitos Mesin Diesel yang Sudah Terpatahkan

Kompas.com - 14/09/2015, 10:02 WIB
|
EditorAgung Kurniawan

Jakarta, KompasOtomotif – Sejak 15 tahun lalu, era ”dieselisasi” dimulai dari Eropa, di mana permintaan mobil bermesin diesel terus tumbuh, sementara penggunaan mesin bensin mulai menurun. Berbagai keunggulan mesin peminum solar ini mulai dirasakan, bahkan produsen mobil premium berlomba mengeluarkan model bermesin tanpa busi itu dengan konsep sangat ramah lingkungan (clean diesel).

Di Indonesia? Tidak seekstrem di Eropa, meski banyak yang sudah mengetahui bahwa mesin diesel tak seburuk masa lalu yang akhirnya menimbulkan berbagai mitos. Ambil contoh, ”ngebul” dengan asap hitam yang khas, suara kasar, onderdil mahal, dan sebagainya.

Namun seiring berjalannya waktu, mitos-mitos itu mulai tergusur, meski pelan-pelan. Indikasinya, produsen bahan bakar mulai serius menyediakan solar berkualitas untuk mendukung kebutuhan pengguna mesin diesel ramah lingkungan yang kini banyak ditawarkan produsen mobil.

Pertamina misalnya. Persebaran produk Pertamina Dex kini semakin luas seiring bertambahnya permintaan. Membelinya tak lagi pakai jeriken, tapi sudah disalurkan lewat pompa dan selang. PT Pertamina (Persero) dalam rilisnya, Jumat (11/9/2015), mengklaim sudah menyebar Pertamina Dex ke 1.500 SPBU di Indonesia.

Lalu, mitos apa saja yang sudah terbantahkan tentang mesin diesel? Berikut daftarnya, versi Pertamina:

1. Banyak orang mengatakan mesin diesel kurang bertenaga dibandingkan mesin bensin. Namun seiring dengan majunya penggunaan teknologi turbo, mesin diesel jauh lebih bertenaga daripada mesin bensin.

2. Di masa lalu, mobil bermesin diesel identik dengan asap hitam. Hal tersebut membuat orang berpikir mesin diesel selalu mengepulkan asap berlebihan dan emisi lebih jahat. Faktanya, penggunaan solar berkualitas dengan kadar sulfur rendah membuat asap tidak terlihat lagi dan kandungan gas buangnya tidak berbahaya bagi lingkungan. Didukung dengan mesin canggih.

3. Anggapan mesin diesel lebih boros juga terbantah, karena dengan cetane tinggi dan torsi lebih besar dibandingkan mesin bensin, berdampak kepada konsumsi BBM lebih irit.

4. Di masa lalu, mesin-mesin diesel lebih berisik dibandingkan mesin bensin. Hingga kini masih banyak orang menilainya seperti itu, namun sebenarnya mesin diesel modern telah jauh lebih senyap dibandingkan zaman dulu.

5. Soal solar berkualitas. Indonesia terkenal dengan kualitas solar buruk yang tidak kompatibel dengan mesin diesel modern. Semakin banyak produsen yang menyediakan bahan bakar jenis ini dan problem soal solar pun dapat dieleminiasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.