Honda CBR150R Lokal, Motor Sport "Penurut"

Kompas.com - 22/10/2014, 15:30 WIB
Honda CBR150R rakitan lokal Roderick A. Moses/KompasOtomotifHonda CBR150R rakitan lokal
|
EditorAris F. Harvenda
Jakarta, KompasOtomotif - PT Astra Honda Motor (AHM) memperkenalkan CBR150R rakitan lokal pada awal September lalu. KompasOtomotif sempat melakukan pengujian singkat untuk mencari kesan pertama dari motor sport anyar tersebut. Tapi, masih ada rasa penasaran untuk menjajal lebih lama guna mengetahui performa CBR150R versi lokal di jalanan umum sebagai tunggangan harian. Model yang digunakan masih sama yakni tipe livery MotoGP dengan warna oranye dan grafis Repsol, layaknya motor balap Marc Marquez atau Dani Pedrosa.

Roderick A. Moses/KompasOtomotif Honda CBR150R rakitan lokal
Kesan pertama tentu yang terlihat adalah bodi yang lebih "semok" dibanding model terdahulu. Lampu depan ganda, diteruskan dengan lekukan pada fairing berpadu dengan tangki bahan bakar. Sedangkan bodi bagian belakang pipih melebar, ditutup dengan lampu rem kecil. Knalpot menjulang sampai setara dengan buritan, menggantikan model sebelumnya yang lebih pendek berdiameter besar.

Panel indikator sederhana tapi informatif, dengan takometer model jarum dan spidometer digital. Lalu ada indikator bahan bakar, odometer, suhu mesin dan penunjuk waktu. Semuanya jadi satu pada panel digital dengan latar warna oranye.

Roderick A. Moses/KompasOtomotif Honda CBR150R rakitan lokal
Performa mesin
Puas memandangi desain CBR150R lokal, awak redaksi langsung memakai perlengkapan standar berkendara seperti helm, jaket, sarung tangan dan sepatu. Putar kunci kontak dan tekan tombol starter. Suara mesin 4-tak satu silinder 149,5cc ini terdengar halus dan masih sopan di telinga.

Posisi duduk lebih nyaman jika dibandingkan CBR150R impor dari Thailand. Tidak terlalu membungkuk, tidak terlalu tegak. Rasanya posisi ini akan nyaman jika dipakai untuk tunggangan sehari-hari. Pengemudi dengan tinggi 175 cm bisa dengan mudah mendapatkan posisi terbaik berkendara. Dibandingkan dengan CB150R Streetfire, jarak jok dengan tanah juga sedikit lebih rendah. Sektor ini bisa menjadi poin plus CBR150R lokal sebagai motor sport yang friendly.

Torsi besar terasa di putaran bawah, data spesifikasi menunjukkan daya maksimal mencapai 16,8 tk pada putaran 10.500 RPM dan torsi puncak 13 Nm pada 7.500 RPM. Akselerasi awal terasa mantap, diteruskan sampai putaran menengah dan atas. Tak sulit untuk menyentuh kecepatan 100 kpj. Saat gigi dipindahkan, entakkan tenaga terasa cukup besar. Kelebihan lain, tuas kopling sangat ringan yang menjanjikan dipakai sehari-hari melibas kemacetan kota.

Roderick A. Moses/KompasOtomotif Honda CBR150R rakitan lokal
Struktur bodi baru dengan rangka tubular memberikan pengendalian yang mantap. Ditambah sistem suspensi belakang menggunakan tipe Pro-Link mampu menjadi peredam yang baik di jalan tak rata. Motor terasa lebih nurut saat diajak menikung dengan rebah. Suspensi depan dan sistem pengereman cakram depan-belakang juga makin menambah rasa percaya diri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kesimpulan
Bila dipilih sebagai kendaraan harian, CBR150R versi lokal bisa menjadi pilihan baik, dengan kelebihan ergonomis dan karakternya yang mudah dikendalikan. Daya mesin juga dirasa sudah lebih dari cukup untuk dipakai sebagai kendaraan harian.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.