Kompas.com - 30/06/2014, 09:00 WIB
Venucia e30 sedang diisi ulang. Agung KurniawanVenucia e30 sedang diisi ulang.
|
EditorAris F. Harvenda
Beijing, KompasOtomotif - China sudah berhasil menjadi negara dengan pasar mobil terbesar di dunia, menggeser Amerika Serikat. Selain itu, juga sudah tercatat sebagai produsen sepeda roda dua dan tiga bertenaga listrik terbesar di dunia. Tapi, bicara soal penjualan mobil listrik, pasar di China masih minor.

Tercatat tidak kurang dari 13 merek di China memasarkan 18 model mobil listrik pada tahun lalu. Sayang, sepanjang tahun lalu hanya terjual 6.900 unit. Jumlah ini masih jauh dari target pemerintah melalui rancangan New Energy Automobile Industry Development Plan periode 2012-2020.

Dalam rancangan itu, China menargetkan mampu mencapai populasi 500.000 unit mobil listrik beroperasi di jalan pada 2015. Langkah selanjutnya, menargetkan populasi ini meningkat 10 kali lipat menjadi 5 juta unit pada 2020.

Dari data penjualan yang diperoleh AutologGreen, sepertinya sulit bagi pemerintah China bisa mewujudkan target pertamanya, setengah juta unit mobil listrik di jalan. Angka penjualan 6.900 unit ini hanya berlaku pada jenis mobil penumpang tidak termasuk kendaraan niaga seperti bus listrik yang cukup besar jumlahnya di jalan.

Selain itu, juga ada tambahan 1.247 unit mobil berteknologi hibrida plug in yang terjual sepanjang tahun lalu.

Periode Januari-Agustus 2013, Pemerintah China belum mengeluarkan insentif khusus untuk mempromosikan mobil listrik pada konsumen. Jadi, jika melihat penjualan, efektif hanya empat bulan, angka 6.900 unit terbilang cukup baik.

Kementerian Industri dan Teknologi Informasi China, baru mengumumkan adanya subsidi bagi konsumen pembeli mobil listrik dan hibrida plug in. Subsidi ini bisa dinikmati oleh berbagai jenis kendaraan tapi khusus untuk merek lokal.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

China merupakan beberapa negara di dunia yang bergantung pada regulasi pemerintah pusat dalam pengembangan industri. Dalam keputusannya, setiap kota besar wajib mendorong jumlah populasi mobil listrik di masing-masing wilayahnya hingga 10.000 unit pada 2015. Sementara kota kecil ditargetkan 5.000 unit di jalan.

Untuk mengejar target ini, setiap pemerintah kota menyiapkan insentif tambahan untuk mempromosikan mobil listrik pada warganya masing-masing.

Kategorisasi Insentif Mobil Listrik di China
- EV jarak tempuh di atas 250 km mendapat potongan 60.000 yuan (Rp 116,1 juta)
- EV jarak tempuh 150 -250 km 50.000 yuan (Rp 96,79 juta)
- EV jarak tempuh 80-150 km 35.000 yuan Rp 67,75 juta)
- Mobil hibrida plug in di atas 50 km 35.000 (Rp 67,75 juta)



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.