Kiprah Toyota Menggeser Volvo Sebagai Mobil Dinas Menteri

Kompas.com - 21/04/2014, 07:36 WIB
Toyota Crown Royal Series tampil di malam apresiasi Toyota di Jakarta, Selasa (4/4/2014). Generasi sebelumya telah menjadi kendaraan dinas menteri di era SBY. Febri ArdaniToyota Crown Royal Series tampil di malam apresiasi Toyota di Jakarta, Selasa (4/4/2014). Generasi sebelumya telah menjadi kendaraan dinas menteri di era SBY.
|
EditorAris F. Harvenda

Jakarta, KompasOtomotif – Era kepemimpinan baru Indonesia yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), pada 2004 membuahkan keuntungan tersendiri buat Toyota. Setelah puluhan tahun menggunakan merek Volvo, akhirnya sedan Toyota Camry terpilih menjadi sarana transportasi utama jajaran para menteri edisi pertama, Kabinet Indonesia Bersatu.

Sejarah Volvo dimulai di era Soeharto, menggantikan kebiasaan Soekarno yang lebih menyukai mobil Amerika Serikat sebagai kendaraan operasional. Merek Swedia itu juga tetap berkibar di bawah mantan-mantan Presiden, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, dan Megawati Soekarnoputri, sebelum digantikan merek Jepang, Toyota.

Politik
Dalam “Kiprah Toyota Melayani Indonesia 2002-2014” mengungkapkan, perjalanan mobil Toyota di kancah politik berkaitan dengan sosok JK. Pemilik NV Hadji Kalla Trading Co (sekarang PT Hadji Kalla) ini telah mengimpor unit Toyota sejak 1968. Kini, jaringan dealer JK tersebar di wilayah Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara.

Peran JK menjadi faktor utama. Buku “Solusi JK” yang dirilis di tahun yang sama saat JK berhenti menjabat sebagai Wakil Presiden pada 2009, menceritakan, harga sedan Volvo dinilai terlalu mahal buat mobil menteri. Mengatasi hal ini, JK meminta kepada SBY agar persoalan kendaraan para anggota kabinet diserahkan kepadanya.

Dijelaskan, meski saat itu Volvo masih masuk dalam bursa mobil menteri, JK bertanya kepada Presiden Direktur Toyota Astra Motor, Johnny Darmawan, sedan apa yang populer dan berkualitas andal yang cocok untuk pemerintahan. Syaratnya, kelas menengah dan tidak terbilang mewah. Johnny menjawab, Camry. Lambang menengah premium Toyota itu dibanderol Rp 425 juta per unit.

Konsekuensi
Kiprah Camry pun dimulai. Kendati harga tidak diungkapkan, Pemerintah Indonesia melakukan pembelian langsung ke Jepang dengan murah, tentu banderolnya berbeda dengan pasaran umum. Pejabat negara yang tadinya hanya menggunakan mobil pribadi beralih merasakan kenyamanan sedan terlaris di Amerika Serikat selama 12 tahun berturut-turut (2001-2013).

Begitu Camry mulai beredar di jalan-jalan, dikawal kepolisian menghadiri acara informal ataupun formal kenegaraan, konsekuensi yang tidak bisa dihindari adalah Camry mendulang citra sebagai simbol top class.

Setelah sekelas menteri, pejabat-pejabat daerah perlahan mulai mengganti mobil dinasnya dengan Camry. Setelah itu sektor swasta juga melakukan hal serupa. Hingga kini, Toyota tetap menjadi mobil resmi para menteri. Setelah Camry, Toyota Crown Royal Saloon G terpilih melanjutkan tongkat estafet sebagai tunggangan kebanggan para pejabat negara. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X