Suara F1 Tak Lagi Gereget

Kompas.com - 19/03/2014, 13:15 WIB
Pebalap Mercedes Nico Rosberg (depan) memimpin rombongan mobil Formula 1 pada GP Australia yang berlangsung di Sirkuit Albert Park, Melbourne, Minggu (16/3/2014). AFP PHOTO/SAEED KHANPebalap Mercedes Nico Rosberg (depan) memimpin rombongan mobil Formula 1 pada GP Australia yang berlangsung di Sirkuit Albert Park, Melbourne, Minggu (16/3/2014).
|
EditorAris F. Harvenda

Melbourne, KompasOtomotif — Orang nomor satu di ajang F1, Bernie Ecclestone, kini mulai serius menyimak protes banyak kalangan, tentang deru suara yang tidak lagi memekakkan telinga dan memicu adrenalin.

Ron Walker, bos penyelenggara seri pertama musim 2014—F1 Australia—mengeluhkan hilangnya suara sangar khas V8. Kini, suaranya lebih lembut karena penggantian jantung pacu baru, V6 berkapasitas 1,6 liter ditambah "siulan" khas turbocharger. Walker bahkan menuding FIA melanggar kontrak perjanjian.  

Ecclestone sebenarnya sudah menyadari kekurangan ini sebelum semua mobil berlaga. Meski menganggap bahwa tuduhan Walker berlebihan, kekhawatiran pria 83 tahun itu tetap tinggi karena ia menyaksikan sendiri balapan di Sirkuit Albert Park, Melbourne, Australia.

"Saya tidak merasakan kengerian dari suara (mesin). Justru saya ngeri karena kurangnya hal itu. Saya minta maaf karena apa yang dikatakan selama ini terbukti benar, mobil-mobil tidak terdengar seperti mobil balap," sesal Ecclestone.

Solusi
Pembicaraan dengan Jean Todt, President FIA, segera dilakukan. Mereka mencari solusi agar semua "jet darat" itu menjelma kembali menjadi "mesin tempur". Meski dirasa sulit, investigasi telah disiapkan.

"Saya rasa, kita biarkan saja dulu beberapa seri berjalan, lalu baru memutuskan untuk melakukan sesuatu. Kita tidak bisa menunggu sampai musim ini berakhir. Ya mungkin saja jadi terlalu terlambat nantinya,” ujar Ecclestone.

Selain Walker, Ecclestone mengaku bahwa akun e-mail miliknya dibombardir keluhan dari banyak pihak, termasuk pengajuan keberatan dari dua promotor. Salah satunya, bos Mercedes Motorsport, Toto Wolff, yang mengawali "kampanye" ini.

"Saya personal, saya mengatakan bahwa era baru F1 sukses. Teknologi yang diterapkan luar biasa. Tapi setelahnya, Anda mendengar banyak kritikan soal mesin dan suara. Secara keseluruhan, F1 adalah puncak motorsport, bukan GP2. Saya setuju pembenahan harus segera dilakukan pada kualitas suara seperti yang kita inginkan," ujar Wolff.

Perbandingan suara F1 2013 dan 2014 di Sirkuit Albert:

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X