Tematis Banjir

Sepeda Motor Sering ”Hajar” Lubang, Awasi Komponen Ini!

Kompas.com - 26/01/2014, 12:03 WIB
Ilustrasi: Pengguna jalan melintas di ruas Jalan Gatot Soebroto, Kawasan Semanggi, Jakarta Selatan. Di sepanjang ruas jalan tersebut dari Slipi menuju Kampung Melayu banyak terdapat lubang-lubang jalan yang bisa membahayakan pengguna jalan. Kompas/ Wisnu WidiantoroIlustrasi: Pengguna jalan melintas di ruas Jalan Gatot Soebroto, Kawasan Semanggi, Jakarta Selatan. Di sepanjang ruas jalan tersebut dari Slipi menuju Kampung Melayu banyak terdapat lubang-lubang jalan yang bisa membahayakan pengguna jalan.
|
EditorAris F. Harvenda

Jakarta, KompasOtomotif – Musim hujan dan banjir kerap menimbulkan jalanan berlubang. Bahkan di Jakarta kondisinya cukup memprihatinkan, hampir semua ruas terdapat lubang yang ”siap” mencelakai yang melintasi jika tak waspada. Kalau terpaksa ”menghajar” atau tak sengaja terperosok berkali-kali, ada beberapa komponen yang patut diwaspadai karena rentan rusak.

”Kalau terus-terusan kena lubang sudah pasti timbul masalah, terutama kaki-kaki. Jalanan musim hujan begini sudah nggak ramah. Gejalanya macam-macam, mulai setir terasa oleng sampai muncul bunyi-bunyian di bagian kaki-kaki,” kata Babe, salah satu mekanik bengkel Omega Motor di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur.

Jika mulai muncul gejala-gejala tersebut, coba cek komponen-komonen berikut ini:
1. Ban. Sering terkena lubang di posisi yang sama, mengakibatkan ban benjol atau membuat permukaannya tidak rata.

2. Pelek. Ini yang sering bermasalah jika terus-terusan terbentur. Obat sementara, yang pakai pelek jari-jari sebaiknya disetel pelek. Sedangkan pengguna pelek racing, di-press. Perhatikan seksama untuk pengguna pelek racing, jika sudah parah biasanya ada bagian yang retak dan wajib diganti!

3. Laher as roda. Termasuk salah satu yang sering jadi "penyakit" setelah terkena lubang. Laher aus karena benturan dan membuat posisi roda tak presisi.

4. Komstir. Beranjak ke atas, ada komstir yang menyerap benturan dari daerah kaki. Biasanya laher komstir aus dan membuat setang terasa berat dan mendikte.

5. Sokbreker. Daya redam sudah tidak maksimal akibat oli tidak pernah diganti. Seringnya bekerja secara ekstrem karena benturan adalah salah satu faktor utama. Penggantian oli sokbrekrer disarankan paling tidak setiap 12.000 km.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X