Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 18/01/2014, 10:23 WIB
|
EditorAris F. Harvenda
Jakarta, KompasOtomotif - Ada beberapa langkah yang perlu dilakukan ketika hendak menyalakan mobil yang terendam banjir ringan (ketinggian air setengah pelek). Menurut Yuta Obed, Manajer Servis Auto2000 Permata Hijau, sebenarnya ada pemeriksaan yang wajib dilakukan sebagai langkah antisipasi. Ada tiga komponen utama yang wajib diperiksa. Lakukan sesegera mungkin setelah banjir mulai surut, sebelum menyalakan mesin.

1. Segera cek, bersihkan, dan keringkan sistem rem.
Lumpur dan air banjir yang tidak segera dibersihkan, bisa menimbulkan karat dan efek lengket atau macet pada sistem rem. Bersihkan segera dengan menyemprotkan atau menyiram piringan rem dan kaliper menggunakan air bersih kemudian keringkan.

2. Periksa kondisi bearing roda.
Air yang masuk ke dalam bearing roda dapat membuat bearing roda timbul karat sehingga muncul bunyi atau macet. Ganti atau lumasi kembali bearing roda yang sudah kering. Langkah ini hanya bisa dilakukan di bengkel resmi atau langganan Anda.

3. Periksa kondisi saringan udara dan intake.
Jika kondisi saringan udara basah, segera keringkan termasuk rumah beserta belalai atau selang yang menuju throttle (klep bukaan gas). Segera lanjutkan tahap ke-4.

4. Periksa kondisi ruang bakar.
Periksa busi untuk mengecek apakah ada air yang masuk ke ruang bakar. Jika busi basah, maka dapat dipastikan ada air yang masuk ke  ruang bakar. Segeralah start mesin dengan kondisi busi terbuka semua untuk mengeluarkan sisa air di dalam ruang bakar. Jika peralatan yang dimiliki tidak menunjang, minta mekanik untuk datang dan memperbaikinya. Jangan memaksa menyalakan mesin karena bisa berakibat fatal dan menimbulkan water hammer.

5. Periksa kondisi oli mesin dan transmisi.
Lihat kondisi oli melalui stik pengukur oli. Jika kondisi oli sudah berubah menjadi seperti kopi susu, maka dapat dipastikan sudah tercampur oleh air. Jangan nyalakan mesin dan minta mekanik untuk melakukan penggantian oli di tempat.

6. Periksa seluruh komponen kelistrikan di kendaraan.
Periksa alternator, starter, ECU dan sistem pengabelan apakah ada kandungan airnya. Jika ada, maka segera keringkan dengan semprotan angin atau contact cleaner untuk mencegah short circuit (korslet) atau gangguan sistem kelistrikan lainnya.

7. Jika muncul kondisi yang tidak wajar seperti mesin tersendat atau mogok, distarter muncul bunyi, AC tidak bekerja dengan baik, mesin jangan dipaksa menyala, lebih baik derek mobil ke bengkel resmi atau terdekat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.