Tampilan Mercedes-Benz C320 Ini Biasa, tapi Lirik Keistimewannya

Kompas.com - 03/05/2013, 15:50 WIB
Sein samping di bemper depan sebagai khas Mercedes-Benz American Style Roderick A. MozesSein samping di bemper depan sebagai khas Mercedes-Benz American Style
EditorAris F Harvenda

Jakarta, KompasOtomotif -  Dari tampilan, Mercedes-Benz (MB) C320 Avantgarde produksi 2000, ini biasa-biasa saja. Pandangan ini tentu dari mereka yang tidak mengetahui perkembangan model-model produk asal Jerman tersebut. Tapi, mereka yang pengagum berat kendaraan Eropa, khususnya lagi dari MB, begitu melihat sosok sedan premium itu, langsung mengetahui kalau sudah dimodifikasi, meski sifatnya ringan.

Wira, pemilik C320 ini telah memberi sentuhan bergaya Amerika (American style). "Sebenarnya, standarnya saja sudah istimewa karena termasuk 'collectible item'. Sebab, saat masuk ke Indonesia sangat terbatas dan di negara asalnya pun hanya di produksi 2 tahun hingga 2002," ungkap Wari. Keistimewaan yang dimaksud bisa dilihat pada pilar B memakai serat karbon, termasuk beberapa bagian interior seperti trim pintu, panel dasbor, dan konsol. Trus, kaca filmnya pun biru.

Berburu
Ternyata, keistimewaan itu belum membuat Wira puas. Alhasil,  dirinya memesan bemper depan-belakang, spoiler, dan rem  yang didapat dari berbagai sumber, salah di antaranya dari rumah modifikasi khusus Mercedes, AMG. Bahkan piringan rem dan kaliper didapat dari teman yang kebetulan baru pulang dari Jerman.

Perburuan aksesori menemui kebuntuan ketika mencari lis bemper depan sebagai ciri khas American style. Sebab, di ujung bemper ada lubang untuk penempatan sein. "Sebenarnya bisa diakalin, tapi jadi kurang istimewa, makanya saya terus buru barang aslinya. Setelah dua setengah tahun menanti, akhirnya barang itu menempel di bemper," kenang Wari. Lis tersebut didapat dari teman yang saat itu sedang bertugas di Amerika.

Sasis
Usai mendandani, terbesit keinginannya untuk mengganti jantung pacu dengan AMG agar makin klop. Namun, urung dilakukan karena ada informasi dari pihak MB, sasis untuk versi reguler dengan AMG berbeda, karena adanya kesesuaian dengan tenaga yang lebih besar. Alhasil, dirinya hanya melengkapi mesin standar V6 kapasitas 3,2 liter itu dengan modifikasi ringan untuk menambah tenaganya. Filter udara diganti K&N dan engine control unit (ECU) disetel ulang untuk memaksimalkan tenaga.

Untuk saluran buang, Wari punya 3 jenis knalpot. Pertama bawaan pabrik, lalu ada produk AMG dan Magnaflow. Sebelumnya dipasang produk AMG dengan suara yag cukup nge-bass. "Suaranya sih sudah mantap tapi kurang teriak waktu digeber. Akhirnya, saya ganti pakai Magnaflow yang hanya punya saringan tunggal di belakang. Derunya lebih garang kalau dipake ngebut, seperti mobil-mobil milik ABG," tutup Wari.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X