hanya, memang kasus semacam itu identik dengan manusia indonesia yang cenderung narsis dan mengurung diri di zona nyaman. suka yang instan, serta keharusan yang keliru akan pentingnya hasil kerja, lebih dari proses.
saya sependapat dengan pak hamka. hybrid adalah prioritas utama. tidak semua bisa lebih cepat, lebih baik, bahkan hanya sedikit yang seperti itu, lagipula.