SEMARANG, KOMPAS.com – Sebuah video viral di media sosial menunjukkan ibu-ibu bersama anaknya yang panik karena mobil mereka akan disita oleh debt collector.
Dalam video yang diunggah oleh akun TikTok sayangku___, terlihat ibu-ibu tersebut didatangi oleh debt collector di pusat perbelanjaan The Park Semarang, Jawa Tengah.
"Maaf ya baru sempet cerita. Jujur sebenerna aku trauma, anak perempuanku jg masih trauma sampai sekarang. Siapa yg g ketakutan tiba" didatengin orang gede' bertato bilang mau ambil mobilku karna katanya mobil aku bermasalah dgn pihak mereka," tulis keterangan video dikutip, Rabu (26/3/2025).
Sang debt collector yang memperkenalkan diri dari salah satu lembaga pembiayaan, kemudian meminta ibu tersebut untuk menunjukkan BPKB mobilnya karena pihaknya punya surat kuasa.
Ibu-ibu itu pun meminta orang rumah untuk mengirimkan foto bukti BPKB atau surat kepemilikan mobil.
Namun, debt collector tersebut belum puas dan ingin mengecek nomor rangka untuk memastikan dugaannya.
Akhirnya, ibu-ibu tersebut memanggil pihak kepolisian untuk memverifikasi nomor rangka kendaraan sesuai dengan surat kuasa yang dibawa oleh debt collector.
Setelah dilakukan pengecekan, ternyata nomor rangka mobil tersebut tidak sesuai, yang berarti mobil ibu-ibu tersebut sah dan tidak bermasalah.
Awalnya, debt collector tersebut tetap bersikeras dan justru ingin mengecek nomor mesin. Namun ibu-ibu menolak, karena awalnya hanya debt collector hanya ingin memverifikasi nomor rangka.
Singkat cerita, debt collector tersebut akhirnya meminta maaf atas kesalahannya dan membiarkan ibu-ibu tersebut pergi.
"Kita mohon maaf. Monggo silahkan ibu bisa jalan lagi," katanya.
Dalam video tersebut tidak dijelaskan dari mana debt collector itu berasal. Namun dalam video lain yang diunggah oleh akun TukangsinyalIndonesia, yang diduga merupakan kejadian yang sama, terlihat logo Mandiri Utama Finance.
Terlihat pada kolom komentar, banyak netizen yang menuntut penjelasan dari Mandiri Utama Finance terkait kejadian yang ada dalam video viral tersebut.
Hingga berita ini ditulis, Kompas.com sudah mencoba menghubungi pihak Mandiri Utama Finance, namun belum mendapat balasan.
Kompas.com juga berupaya menghubungi Mandiri Utama Finance yang melayani pembiayaan kendaraan bermotor untuk mengetahui prosedur penarikan, namun tidak mendapat respons.
Sangat diimbau kepada para pengendara, apabila merasa tidak memiliki tanggungan kredit atau hutang kepada leasing atau bank, untuk tidak melayani pengecekan unit kendaraan, karena dikhawatirkan penipuan.
Apabila pihak debt collector itu memaksa, bisa meminta tolong pada petugas keamanan atau langsung ajak pihak debt collector itu ke kantor polisi terdekat.
https://otomotif.kompas.com/read/2025/03/26/150144915/banyak-kasus-debt-collector-salah-target-mau-tarik-mobil