Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Ternyata Ini Penyebab Overheat pada Transmisi Mobil Matik

TANGERANG, KOMPAS.com - Karakter oli transmisi matik bakal berubah ketika mengalami kenaikan suhu, itu sebabnya di dalam transmisi juga disediakan sistem pendingin berupa oil cooler.

Bila suhu oli transmisi melebihi batas, kemampuannya dalam mentransfer tenaga akan berubah bahkan bisa menyebabkan kerusakan pada kampas kopling di dalamnya.

Meski tidak terjadi proses pembakaran seperti pada mesin bakar, ternyata oli transmisi matik akan panas seiring pemakaian karena fungsinya sebagai fluida.

Jamaludin, Head of Nissan Academy PT Nissan Motor Indonesia (NMI) mengatakan oli transmisi matik disebut juga automatic transmission fluid (ATF) dan continuously variable transmission fluid (CVTF) menandakan oli ini tidak sebatas sebagai pelumas.

“Oli matik bertugas sebagai fluida sesuai namanya, artinya oli transmisi selama bekerja akan selalu dalam tekanan tinggi dan bersirkulasi untuk menggerakkan beberapa komponen penting di dalam transmisi,” ucap Jamal kepada Kompas.com, Selasa (31/10/2023).

Selain bertekanan dan bersirkulasi, oli transmisi matik juga sebagai elemen utama bekerjanya kopling fluida atau torque converter.

Di dalam torque converter oli transmisi bertugas sebagai pentransfer tenaga putar dari mesin ke transmisi. Sesuai fungsinya, kopling fluida juga sebagai tempat terputusnya putaran mesin dengan transmisi.

“Di dalam torque converter yang bertindak sebagai kopling fluida, oli transmisi akan mengalami peningkatan panas karena turbin dari sisi mesin akan terus berputar selama mesin berputar, sedangkan transmisi ditahan atau berhenti,” ucap Jamal.

Selip yang terjadi di dalam kopling fluida akan mempercepat kenaikan suhu oli transmisi matik. Itu sebabnya pengemudi disarankan tidak memaksakan mobil matik untuk menanjak dalam waktu yang lama.

“Kondisi itu akan membuat putaran mesin tinggi, tapi laju mobil tertahan sehingga nilai selip di kopling fluida semakin tinggi, efek jenis putaran seperti itu akan membuat oli mengalami kenaikan suhu secara drastis,” ucap Jamal.

Penting untuk diketahui, kondisi tersebut akan terjadi baik posisi tuas matik di D atau gigi rendah sekali pun, menurut Jamal. Karena selip yang besar ini pasti akan terjadi bila pengemudi memaksakan mobil matik untuk melibas tanjakan.

Mengingatkan kembali, pada posisi tuas matik di D itu sama saja percepatan akan terjadi secara otomatis dari rentang 1 sampai 4. Sehingga, agar transmisi matik selamat dari overheat pengemudi harus pintar mencari momentum saat menanjak.

“Jika tanjakan ekstrem sebaiknya ambil ancang-ancang, dan pastikan putaran mesin tidak berlebihan sedangkan laju mobil pelan dalam waktu lama, ini bisa membuat transmisi overheat dan rusak,” ucap Jamal.

Selain beban transmisi yang terlalu berat, overheat juga bisa terjadi ketika ada masalah pada sistem pendingin mesin. Secara otomatis mesin juga akan mengalami overheat bila ini terjadi karena pendingin oli transmisi mengambil dari pendingin mesin.

“Meski secara lokasi, beberapa oil cooler transmisi matik terpisah dengan radiator namun sebenarnya cairan pendingin yang digunakan adalah coolant yang sama,” ucap Jamal.

Nah, itu tadi penyebab serta penjelasan terjadinya overheat pada oli transmisi matik saat mobil sedang dioperasikan.

https://otomotif.kompas.com/read/2023/11/01/141200215/ternyata-ini-penyebab-overheat-pada-transmisi-mobil-matik

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke