Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Keraguan Masyarakat dengan Konsep Investasi Rental Mobil

Caranya konsumen atau investor harus membeli mobil dengan cara kredit, kemudian mobil baru tersebut dijadikan armada travel oleh perusahaan travel rekanan Traveloka atau travel lain.

Ketika mobilnya dipakai buat armada travel, maka setiap bulan pemilik mobil akan menerima uang dari Investaxi. Uang tersebut kemudian bisa digunakan untuk membayar cicilan mobil.

Setelah mobil selesai dicicil maka mobil bisa dijual lagi atau dipakai oleh pemilik. Dari penjualan tersebut pemilik bisa mendapat untung, meski setiap tahun ada penurunan nilai atau depresiasi.

Vincentius Septian Renold, CEO dan pendiri PT Investaxi Asset Management (Investaxi), mengatakan, konsep investasi kendaraan memang belum banyak yang paham. Masih banyak yang menganggap sebagai penipuan atau tidak bisa untung.

Salah satu kasus yang kerap disangka orang ialah kasus aktris Jessica Iskandar, yang mengalami dugaan penipuan dan penggelapan oleh pengusaha rental mobil mewah bernama Christoper Steffanus Budianto, pada tahun lalu.

"Untuk kasusnya Jesica Iskandar itu mungkin di investasi itu karena dititipkan ke perorangan dan bukan perusahaan," ujar Vincent kepada Kompas.com, akhir pekan lalu.

"Kalau investasi ini titip unitnya (mobil) ke perusahaan dan sudah jelas bekerjasama dengan online travel terbesar di Indonesia. Jadi bisa dilihat dari sejarah, dilihat dan cek sendiri, jadi bukan perorangan," ujar Vincent.

"Ini yang membedakan invetasi dan kasus perorangan, investasi adalah konsep dalam bentuk kendaraan. Jadi kami juga buat ekosistem yang aman, alurnya dari hilir dan hulu. Dirancang supaya jelas," kata dia.

Vincent bercerita, Investaxi dimulai ketika tidak bisa bayar cicilan mobil pada tahun 2020 saat pandemi Covid-19 sedang merebak di Indonesia.

Vincent kemudian putar otak bagaimana caranya bisa mendapat uang untuk membayar cicilan mobil tiap bulan. Dia berpikir untuk menyewakan mobilnya ke perusahaan rental mobil untuk dijadikan armada rental.

"Waktu itu saya berkeliling ke berbagai rental mobil di Jakarta. Saya waktu itu tidak kerja. Basik saya itu auditor, saya lima tahun jadi auditor, dan pada 2019 saya keluar bikin konsultan akunting. Di masa pandemi itu bisa dibilang kondisi terparah saya tidak ada klien, akhirnya mobil saya ditarik oleh leasing," kata dia.

Berangkat dari situ Vincent kemudian mencoba membuat skema bisnis bernama Investaxi. Konsep awalnya ialah memasukkan mobil ke perusahaan rental mobil supaya pemilik dapat uang dan bisa bayar cicilan.

Pada 2021 Vincent kemudian bekerja menjadi sales mobil. Karena di lapangan dia melihat banyak konsumen yang bernasib seperti dirinya maka dia yakin konsep Investaxi bisa diterima.

"Dari situ saya berpikir bagaimana orang mobilnya tidak ditarik leasing. Dari situ saya membuat proposal saya kasih nama Investaxi, saya kirim ke vendor tersebut dan mengapriasasi, saya kirim ke berbagai vendor traveloka salah satunya MCC Groups (Mutiara Cahaya Cemerlang)," kata dia.

"Setelah itu yang menerima proposal itu MCC dan menjalankan ialah MCC. Berjalan satu tahun konsep itu jadi saya baru jadi sales, Januari 2021 saya jadi sales mobil dan saya menjalankan konsep ini," katanya.

"Awalnya ini buat bantu kustomer yang tidak bisa bayar cicilan mobil. Saya bantu orang buat menyelamatkan mobilnya," ujar Vincent.

Perjalanannya ialah, rencana bisnis Investaxi dibuat pada 2020. Pada 2021 Vincent bekerja sebagai sales mobil dan program mulai dijalankan. Pada 2022 program Investaxi diterima MCC.

Pada 2023, Vincent mengatakan Investaxi resmi membuat lembaga sendiri yaitu PT Investaxi Asset Management, pada April 2023 dan dia bertindak sebagai CEO.

https://otomotif.kompas.com/read/2023/07/24/175100315/keraguan-masyarakat-dengan-konsep-investasi-rental-mobil

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke