Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Konsumen Masih Belum Percaya Mobil yang Bisa Berjalan Sendiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Perkembangan teknologi saat ini memungkinkan mobil berjalan sendiri tanpa pengemudi. Meski demikian, masih banyak masyarat yang belum percaya terhadap teknologi tersebut.

Pada mobil modern, sebagian sudah disematkan dengan teknologi Advanced Driver Assistance System (ADAS). Teknologi tersebut bekerja dengan mengandalkan kamera, sensor, hingga radar.

Dikutip dari Carbuzz.com, Rabu (21/6/2023), S&P Global Mobility melakukan survey di Amerika. Hasilnya, para pembeli hanya menginginkan keamanan otomatis melalui fitur-fitur pada ADAS, bukannya teknologi swakemudi seperti pada kendaraan otonom.

Survei tersebut menunjukkan skor keinginan terhadap fitur ADAS dan fitur mengemudi otonom, dengan pemantauan titik buta menduduki peringkat teratas di 82,5 persen. Diikuti oleh kaca spion, forward collision warning, automatic emergency braking (pejalan kaki dan pesepeda), dan penglihatan malam sekitar 80 persen.

Sementara itu, fitur swakemudi yang paling diinginkan adalah mengemudi otomatis di jalan raya tanpa pengawasan sebesar 64,9 persen. Proposisi memiliki mobil swakemudi hanya menerima skor keinginan sebesar 61 persen.

Sebagian besar produsen mobil sekarang menawarkan ADAS. termasuk General Motors dengan Super Cruise dan Toyota dengan Toyota Safety Sense, dan Honda dengan Honda Sensing. Tidak seperti mengemudi secara otonom, fitur-fitur pada ADAS tersebut masih membutuhkan intervensi dari pengemudi.

Selain faktor keselamatan, harga juga memengaruhi skor keinginan di antara konsumen. Survei tersebut mengungkapkan bahwa pembeli mobil menginginkan fitur keselamatan yang lengkap, tetapi tidak ingin membayar lebih. Lebih dari 50 persen pembeli mengharapkan fitur ADAS menjadi fitur standar.

Saat ini, sudah ada beberapa pabrikan yang menawarkan fitur swakemudi, seperti Tesla. Selain Tesla, Mercedes-Benz juga sudah mengembangkan teknologi tersebut.

Teknologi yang dikembangkan oleh pabrikan asal Jerman ini diberi nama Drive Pilot. Fitur swakemudi ini diklaim sudah Level 3, di mana mobil bisa berjalan sendiri tanpa intervensi pengemudi. Sistem ini akan tersedia secara opsional pada S-Class dan EQS.

https://otomotif.kompas.com/read/2023/06/22/102200515/konsumen-masih-belum-percaya-mobil-yang-bisa-berjalan-sendiri

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke