Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Sensasi Singkat Tes LCGC All New Agya, Pakai Mesin Raize

JAKARTA, KOMPAS.com - Memasuki awal tahun 2023, PT Toyota Astra Motor melakukan peremajaan menyeluruh ke produk mobil murah atau Low Cost Green Car (LCGC)-nya, yakni Agya, setelah hampir 10 tahun tidak mendapat perubahan maksimal.

Dengan harga jual yang naik hampir Rp 10 juta dibanding generasi sebelumnya, yaitu dari Rp 158 juta sampai Rp 180 juta menjadi Rp 167,9 juta hingga Rp 191,4 juta, mobil mendapatkan banyak perubahan. Termasuk untuk bagian dapur pacu.

Seperti diketahui, Agya terbaru mengaplikasikan mesin yang sama seperti Raize yaitu berkode WA-VE 1.200 cc 3 silinder Dual VVT-i, dikombinasikan dengan transmisi CVT untuk varian matiknya.

Berdasarkan data di atas kertas, mesin tersebut mampu memproduksi tenaga sebesar 88 tk pada 6.000 rpm dan torsi maksimum 11,52 Nm pada putaran mesin hingga 4.500 rpm.

Dari pengalaman singkat pengujian di area Toyota Driving Experiences (TDE), sensasi berkendara dari mobil ini jauh berbeda dari generasi terdahulu. Daya yang dihasilkan, lebih responsif untuk menghantarkan Agya melesat dengan bodi rampingnya.

Hal tersebut tak lepas dari ukuran mobil yang lebih ramping (lebih pendek 15 mm) dan penyematan platform Daihatsu New Global Architecture (DNGA). Membuat bobot dari mobil murah tersebut lebih ringan tapi wheelbase-nya naik 70 mm jadi 2.525 mm.

Sehingga ketika mencoba Agya baru di area zig-zag, cukup mudah untuk mengontrol setir atau handling-nya. Bantingannya pun cukup smooth, tetapi memang masih perlu koreksi yang cukup effort dari pengemudi.

Sebab setir mobil kini menjadi lebih ringan. Jadi untuk memutarkan roda ke arah yang berlawanan secara cepat ada sedikit jeda waktu.

Soal suspensi, masih dalam kategori kompromi dengan karakter empuk seperti pada kendaraan perkotaan umumnya. Namun untuk jalanan bergelombang yang berlebih, pengemudi dan penumpang depan masih merasakan guncangan.

Perpindahan transmisi CVT juga tergolong halus tanpa ada efek jeda. Bila ingin lebih merasakan performanya, pengendara bisa menggeser tuas untuk mengendalikan perpindahan gigi secara manual.

Pada kondisi ini, pengemudi juga dapat mengatur transmisi menggunakan paddle shift yang berada tepat di dekat setir kemudi, sehingga menambah sensasi berkendara.

Sayangnya, hembusan AC selama pengujian berlangsung tidak sedingin produk dari Toyota lainnya, termasuk jajaran mobil LCGC. Jika harus dibandingkan dengan Agya GR Sport saja, perbedaannya tergolong sangat jauh.

Dari pengujian singkat redaksi, kesimpulan yang bisa diambil untuk Agya G CVT baru ini, masih menarik untuk dijadikan pilihan kendaraan di perkotaan. Bodi yang ramping dan disematkan mesin serta platform baru, mobil jauh berbeda dari sebelumnya.

Selain itu, dari segi sajian fitur tak kalah lengkap, terutama untuk urusan keselamatan dan keamanannya.

Meski demikian, sayang pengujian redaksi sangat terbatas. Jadi jangan berharap lebih bisa mengetahui sensasi putaran atas, sampai efisiensi bahan bakar yang diklaim mampu mencapai 19,7 kilometer (km) per liter.

https://otomotif.kompas.com/read/2023/03/13/134100215/sensasi-singkat-tes-lcgc-all-new-agya-pakai-mesin-raize

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke