Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Seminar Nasional Pengembangan Industri dan Ekosistem Baterai di Solo

SOLO, KOMPAS.com - Keseriusan pemerintah menyambut era elektrifikasi terus berlangsung sampai saat ini. Berbagai kebijakan dilakukan pemerintah termasuk memperlakukan spesial pengguna kendaraan listrik dari bebas ganjil dan genap, hingga pemberian insentif kepada pembeli kendaraan listrik ataupun konversi.

Tidak hanya itu, era elektrifikasi juga perlu disambut dengan sinergi oleh semua pihak agar dapat berjalan dengan baik. Maka dari itu diadakan seminar di beberapa perguruan tinggi, salah satunya di Universitas Sebelas Maret Solo, Selasa (7/3/2023).

Mengusung tema “Percepatan Pengembangan Industri dan Ekosistem Baterai di Indonesia Menuju Populasi Elektrifikasi”, seminar ini ingin menyampaikan pesan pentingnya pengembangan industri dan ekosistem baterai dalam upaya mengakselerasi populasi xEV di Indonesia.

Pada seri ke-5 seminar nasional ini hadir para pembicara dari pihak pemerintah, akademisi dan industri, yaitu, Staf Khusus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sripeni Inten Cahyani, Wakil Presiden Direktur PT TMMIN Nandi Julyanto, Direktur Utama PT Indonesia Battery Corporation (IBC) Totok Nugroho, Director Deloitte Consulting Southeast Asia Sujun Kim, Rektor UNS Prof. Jamal Wiwoho, Managing Director Deloitte, serta akademisi Khoirunurrofik (LPEM-UI), serta Prof. Agus Purwanto dan Prof. Wahyudi Sutopo yang keduanya dari UNS Solo.

Dalam seminar ini dibahas mengenai perlunya strategi dan terobosan sebagai pemahaman yang sama guna mendukung upaya percepatan popularisasi pasar xEV.

Contoh melalui pengembangan ekosistem industri baterai untuk baterai yang kompetitif, implementasi kebijakan insentif dari pemerintah yang tidak hanya terfokus ke BEV tetapi juga kepada PHEV dan HEV, serta pengembangan langkah-langkah non fiskal secara bertahap yang sejalan dengan insentif fiskal.

Strategi industri baterai, industri manufaktur otomotif, dan pengembangan pasar yang terintegrasi merupakan tantangan bersama bagi Pemerintah, industri terkait, dan akademia.

Toyota Indonesia berkomitmen untuk senantiasa bersinergi bersama pemerintah dan akademisi melalui kolaborasi Triple Helix (pemerintah, akademisi, dan industri) dalam menyelaraskan pemahaman agar transformasi industri otomotif di era elektrifikasi pada umumnya, dan industri baterai pada khususnya, dapat berjalan mulus.

Dibutuhkan peran akademisi untuk menyampaikan inovasi – inovasi teknologi yang dapat diterapkan pada proses transformasi tersebut. Sementara dari sisi pemerintah mengenai dukungan komitmen melalui berbagai kebijakan untuk pengembangan ekosistem elektrifikasi.

https://otomotif.kompas.com/read/2023/03/07/193100815/seminar-nasional-pengembangan-industri-dan-ekosistem-baterai-di-solo

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke