Salin Artikel

Cara Mereduksi Dampak Kecelakaan Saat Truk Alami Rem Blong

JAKARTA, KOMPAS.com - Truk trailer diduga mengalami rem blong hingga menyebabkan kecelakaan beruntun di Kecamatan Panjang, Bandar Lampung, Senin (30/5/2022). 

Kepala Satlantas Polresta Bandar Lampung AKP Rohmawan, membenarkan adanya kecelakaan, namun terkait kornologi dan korban pihaknya masih melakukan penyelidikan.

"Informasi lebih lengkap nanti ya, kita masih melakukan evakuasi terhadap korban dan menyelidiki kronologi serta penyebab kecelakaan itu," ucap Rohmawan seperti dikutip Kompas.com, Senin (30/5/2022).

Saksi mata yang berada di lokasi kejadian menjelaskan, kecelakaan terjadi akibat truk trailer diduga mengalami rem blong.

Truk saat itu sedang melintas turun dari tanjakan PJR Jalan Ir Sutami menuju ke Jalan Soekarno-Hatta. Kemudian terguling ke pinggir jalan.

Imbasnya, ada satu unit mobil mini bus dan lima unit sepeda motor yang terlibat dalam kecelakaan ini.

Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu menjelaskan, pengemudi truk harus terbiasa mengidentifikasi situasi bahaya dari jarak jauh.

"Dengan demikian, dia bisa memahami situasi kiri dan kanan bahu jalan. Sehingga dalam kasus emergency dia sudah tahu di kiri dan kanannya ada tebing atau lainnya," ucap Jusri.

Menabrakkan kendaraan ke tebing, bisa jadi salah satu solusi menghentikan laju kendaraan tanpa membahayakan kendaraan lain yang berada di sekitarnya.

Jika masih memungkinkan, pengemudi bisa mencari cara untuk memperlambat laju truk dengan engine brake atau mengaktifkan exhaust brake.

"Untuk mencegah panik, biasakan mengidentifikasi bahaya dari awal mengemudi. Sehingga dia bisa melakukan perencanaan dari manuver yang dilakukan, bahkan saat kondisi darurat dia bisa tahu situasi di depannya," ucap Jusri.

Sementara itu, Senior Investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Ahmad Wildan menjelaskan, pengecekan rutin sebelum berkendara merupakan hal penting yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi rem blong.

"Para pengemudi kita tidak semuanya memahami tata cara melakukan pre-trip inspection sehingga sering membawa kendaraan beroperasi dalam kondisi membahayakan," ucap Ahmad.

Dengan melakukan pengecekan rutin, komponen yang rusak bisa diidentifikasi terlebih dahulu oleh pengemudi. 

Pre-trip inspection atau pengecekan rutin sebelum berkendara dilakukan dengan cara mengecek kondisi kendaraan di beberapa titik, misal sistem pengereman, lampu hingga kaca.

https://otomotif.kompas.com/read/2022/05/31/181200115/cara-mereduksi-dampak-kecelakaan-saat-truk-alami-rem-blong

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.