Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Pakai Mesin Serupa, Apa Bedanya Honda Vario 160 dan PCX 160?

JAKARTA, KOMPAS.com - All New Honda PCX 160 resmi meluncur di Indonesia. Skutik baru tersebut mengusung mesin yang lebih besar yang diadopsi dari saudaranya yakni PCX 160.

Meski basis mesinnya sama tapi tidak semuanya sama persis. Tetap ada pembedanya meski dapat dikatakan tidak terlalu banyak.

Reza Rezdie S, Technical Service Division Astra Honda Motor (AHM) mengatakan, secara teknologi mesin Vario 160 dan PCX 160 sama, perbedaannya terletak di bagian CVT.

"Untuk bagian mesin di CVT itu beda, ada penyesuaian mengikuti kebutuhan motornya. Variable transmisi (Vario 160) tidak sama dengan PCX 160," katanya di Cikarang, Jawa Barat, Rabu (2/2/2022).

"Kalau sama PCX 160 secara fisik tidak kelihatan ya. Tapi diameter puli depan dan belakang dia berbeda dengan PCX 160. Walaupun roller-nya bentuknya beda tapi beratnya sama," katanya. 

Perbedaannya kata Reza terasa ditarikan. Akselerasi Vario 160 diklaim lebih responsif karena disesuaikan dengan karakter motor yang dipakai buat kondisi stop and go.

"Hasilnya Vario 160 lebih responsif. Main di bawah menengah," kata Reza.

"Kebutuhan motor ini segmentasinya lebih banyak daily use, tapi konsumen ingin bergaya sporty. Jadi yang ditekankan di motor ini ialah powernya sudah berasa dari awal," katanya.

Honda Vario 160 mengusung mesin 160cc 4 katup eSP+, berpendingin cairan serupa punya PCX 160. Mesin menghasilkan tenaga 11,3 kW pada 8.500 rpm dan torsi 13,8 Nm pada 7.000 rpm.

Di atas kertas tenaga Vario 160 sedikit lebih kecil ketimbang PCX 160. Di mana bore x stroke 60 x 55,5 mm mampu menghasilkan 11,8 kW pada 8.500 rpm dan torsi 14,7 Nm pada 6.500 rpm.

"Untuk teknologinya sama persis, tapi PGM-FI ada penyesuaian. Sistem knalpot sama hanya beda desain," kata Reza.

https://otomotif.kompas.com/read/2022/02/03/071200315/pakai-mesin-serupa-apa-bedanya-honda-vario-160-dan-pcx-160-

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke