Ajang balapan motor itu rencananya berlangsung 15 Januari 2022, diprakarsai Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran dengan menggandeng Ikatan Motor Indonesia (IMI).
Sebelum resmi dilakukan, sejumlah pihak datang melakukan uji coba lintasan street race tempat balapan yang akan berlangsung pada Senin, (10/1/2022).
Waketum Mobilitas IMI Rifat Sungkar yang datang melihat proses tersebut, mengatakan, inisiasi Polda Metro Jaya memberikan tempat untuk pelaku balap liar harus diapresiasi.
"Sebenarnya ini adalah inisiasinya pak Kapolda, pak Kapolda ingin membina pembalap liar karena selama ini mereka balap liar karena tidak punya solusi untuk mencurahkan aspirasi mereka yang ada adalah di jalanan," kata Rifat kepada Kompas.com, Senin (10/1/2022).
Rifat mengatakan fenomena balap liar merupakan masalah yang sudah terjadi sejak dulu. Masalah ini terus muncul dan tidak selesai karena tidak menawarkan solusi buat pelakunya.
"Selama puluhan tahun balap liar ini tidak ada zamannya tapi selalu ada, datang dan pergi. Kita punya negara yang komunitas motornya terbanyak di dunia, kita butuh menemukan bakat yang hebat, tapi sirkuitnya tidak segitu banyak," ucap Rifat.
"Sementara aspirasi di jalan ini mereka berbuat karena tidak ada kesempatan. Ingin tapi sirkuitnya juga terbatas. Dari situ kita melihatnya psikologi terbalik saja daripada dihapuskan justru harus dirangkul," katanya.
Rifat mengatakan, menurut dirinya balap motor terutama drag bike yakni adu kebut di lintasan lurus apalagi yang liar sulit diberantas karena sudah jadi bagian di masyarakat.
"Menurut saya balap motor terutama drag bike seperti tradisinya Indonesia. Motor kecil jualan banyak itu sudah merupakan tradisi," katanya.
"Jadi ketika pak Bamsoet (ketua IMI) ketemu pak kapolda ini perlu dibina karena ini salah. Selama ini pola pikir banyak yang tidak setuju dengan balap liar, kita setop balap liar, kepolisian juga selalu itu, tapi tidak ada solusi berikutnya," ucap Rifat.
https://otomotif.kompas.com/read/2022/01/11/104200115/balap-liar-tak-lekang-oleh-zaman-karena-minim-pembinaan