Salin Artikel

Kendaraan Darat Sumbang 90 Persen Polusi Udara, Ini Rencana Kemenhub

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mendukung program percepatan pengembangan dan penggunaan transportasi ramah lingkungan di kota-kota besar Indonesia.

Hal tersebut seiring dengan data dari Kementerian Perhubungan yang menyebut bahwa kemacetan lalu lintas yang terjadi merupakan penyumbang utama atas pencemaran udara imbas penggunaan bahan bakar minyak (BBM) oktan rendah.

"Sebanyak 90 persen pencemaran udara datang dari kendaraan yang pada akhirnya bisa berdampak buruk secara signifikan bagi kesehatan," katanya dalam keterangan tertulis, Senin (12/10/2020).

Oleh sebab itu, Budi menuturkan salah satu yang bisa dilakukan ialah mulai menggunakan bahan bakar nabati (BBN) seperti biodiesel untuk moda transportasi darat, kendaraan BBG, dan listrik.

"Rencananya penerapan BBN akan diproyeksikan untuk angkutan berat seperti truk dan angkutan umum serta bus. Demikian pula angkutan berbasis rel seperti MRT dan LRT yang tengah dikembangkan di Jakarta dan Palembang," ujar Budi.

"Saya harap dengan kesadaran masyarakat menggunakan transportasi umum juga meningkat sehingga mampu meningkatkan keamanan, keselamatan, kenyamanan, dan kesehatan," lanjut dia.

Di samping itu, Kemenhub juga akan memperluas program Bus Buy The Service (BTS) dimana sudah diluncurkan di 5 kota besar yaitu Solo, Palembang, Medan, Denpasar, dan Yogyakarta.

Budi menambahkan, keprihatinan pada masalah pencemaran udara ini diperkuat dengan hasil kajian International Energy Agency (IEA).

Dalam kajian tersebut menyebutkan, buruknya kualitas udara akibat pencemaran, menyebabkan kematian 6,5 juta jiwa per tahun yang mayoritas menimpa kota-kota di Asia dan Afrika.

Angka tersebut diperkirakan bakal mengalami peningkatan drastis jika tidak ada langkah nyata untuk menyediakan energi bersih.

Sektor transportasi darat baik berupa mobil pribadi, motor maupun kendaraan umum menyumbangkan 90 persen pencemaran udara dan perubahan iklim sebagai akibat penggunaan BBM oktan rendah seperti premium yang berdampak buruk secara signifikan bagi kesehatan.

https://otomotif.kompas.com/read/2020/10/13/192100215/kendaraan-darat-sumbang-90-persen-polusi-udara-ini-rencana-kemenhub

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.