Salin Artikel

Insentif Pajak Kendaraan Baru, Bikin Penjualan Mobil Malaysia Naik

JAKARTA, KOMPAS.com – Jikalau di Indonesia baru wacana, soal insentif pajak pembelian mobil baru sebesar 0 persen. Cara ini rupanya sudah lebih dulu diterapkan negara tetangga, Malaysia.

Wacana pemberian insentif ini disampaika Menteri Perindustrian RI Agus Gumiwang Kartasasmita demi membangkitkan penjualan mobil yang anjlok diterpa pandemi Covid-19.

Di Malaysia, pemerintah setempat menyiapkan insentif pembebasan pajak pembelian mobil baru untuk sementara waktu.

Dalam pidato rencana pemulihan ekonomi jangka pendek yang disiarkan pada Juni 2020, Perdana Menteri Tan Sri Muhyiddin Yassin mengumumkan sejumlah langkah untuk merangsang ekonomi negara yang terdampak virus corona.

Bentuk keringanan yang diberikan adalah pembebasan pajak penjualan 100 persen untuk model rakitan lokal (CKD) dan 50 persen untuk model impor (CBU), mulai 15 Juni sampai 31 Desember 2020.

Untuk diketahui, tarif pajak kendaraan penumpang baik CKD maupun CBU di Malaysia sama-sama sebesar 10 persen.

Artinya, konsumen kendaraan CKD berhak mendapat penghapusan total tarif pajak tersebut. Sementara konsumen kendaraan CBU dikurangi setengahnya menjadi 5 persen.

Paultan melaporkan, hasilnya tren penjualan kendaraan mengalami peningkatan. Salah satu faktornya tentu saja karena pembebasan pajak penjualan yang diumumkan pemerintah.

Berdasarkan data Asosiasi Otomotif Malaysia (MAA), penjualan pada Agustus 2020 mencapai 52.800 unit. Meningkat 3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 51.148 unit atau bertambah 1.652 unit.

Namun secara year to date memang belum meningkat signifikan, di mana selama delapan bulan pertama tahun 2020 baru mencapai 285.045 unit. Hasil ini lebih rendah 28,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu 389.319 unit.

Sedangkan jika dibandingkan penjualan pada Juli 2020 yang mencapai 57.552 unit, terjadi penurunan 8,2 persen pada bulan Agustus yang mencatat 52.800 unit.

“Total volume industri bulan Juli lebih tinggi karena pengumuman insentif pembebasan pajak penjualan,” tulis pernyataan MAA, seperti dikutip dari laman The Star.

“Selain itu, Agustus merupakan bulan dengan hari kerja yang pendek karena banyak hari libur,” kata asosiasi.

Untuk September 2020, asosiasi memprediksi penjualan akan sama dengan Agustus lalu. Sebab konsumen Malaysia saat ini masih akan berhati-hati dalam membeli mobil.

Namun sejumlah pabrikan otomotif di sana memang tengah gencar melakukan promosi, setidaknya sampai akhir masa pembebasan pajak pembelian mobil baru Desember mendatang.

https://otomotif.kompas.com/read/2020/09/29/094200815/insentif-pajak-kendaraan-baru-bikin-penjualan-mobil-malaysia-naik

27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.