Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Tren Sunroof pada Bus, Sekalian Bisa Jadi Emergency Exit

JAKARTA, KOMPAS.com – Karoseri di Indonesia, tidak berhenti berinovasi dengan model-model yang disediakan. Salah satu inovasi yang ada di bus saat ini yaitu dengan memakai sunroof di atapnya.

Sama seperti kendaraan dengan sunroof, fungsinya yaitu agar sinar matahari bisa masuk ke kabin. Kemudian, adanya sunroof di kabin bus membuat interior terasa mewah dan luas karena bisa melihat langit.

Salah satu bus yang memiliki sunroof pada kabinnya yaitu milik Avante D2 dari karoseri Tentrem. Bodi yang pernah dipamerkan pada ajang GIIAS 2019 ini sekarang sudah menjadi bus AKAP milik Perusahaan Otobus (PO) Harapan Jaya.

Sales Staff karoseri Tentrem, Dimas Raditya mengatakan, posisi sunroof berada di dek atas, kemudian ada dua, di bagian depan dan belakang. Selain menambah kesan mewah, ada fungsi lain dari sunroof ini.

“Sesuai fungsinya, dia bisa menjadi emergency exit saat bus terguling,” kata Dimas kepada Kompas.com, Senin (31/8/2020).

Jadi fungsi sunroof ini berfungsi sama dengan pintu darurat yang biasanya ada di atap. Jadi ketika bus mengalami kecelakaan sampai terguling, penumpang bisa membuka atau memecahkan sunroof untuk dijadikan jalan keluar darurat.

Sebelum karoseri Tentrem memakai sunroof pada Avante D2, Adiputro sudah pernah melakukannya dengan ukuran kaca yang lebih besar dan dinamakan dengan skyview. Atap bus memang tidak sepenuhnya terbuat dari kaca, hanya bagian tengahnya, tepat diatas lorong kabin.

Penyebab dari kaca yang hanya di bagian tengah saja yaitu dibagian atas kursi penumpang ada lubang pendingin udara dan bagasi kabin. Bus ini pernah dipamerkan oleh Karoseri Adi Putro pada GIIAS 2016 dibalut bodi Jetbus 2+ SHD.

Marketing Staff karoseri Adiputro Rifandy Adrianto mengatakan, memang benar pernah memproduksi bus dengan atap kaca yang dinamai skyview, tetapi untuk sekarang, sudah tidak diproduksi lagi.

“Sudah enggak bikin, terakhir 2016. Inovasi ini memang cukup menggebrak pasaran. Dihentikan produksinya karena ada keluhan pada pendinginan yang kurang maksimal,” ucap Rifandy kepada Kompas.com.

Bahan kaca yang digunakan memang bisa diredupkan agar cahaya dari luar bisa berkurang yang masuk ke kabin. Tetapi karena menggunakan kaca, panas tetap bisa menembus sehingga kabin jadi kurang nyaman untuk penumpang.

“Untuk unit yang pakai skyview tidak begitu banyak karena tidak dirinci pernah produksi berapa,” kata Rifandy.

Salah satu PO yang menggunakan bus dengan skyview yaitu PO Sempati Star dengan trayek Medan – Birun. Kemudian menjadi armada pariwisata PO Mitra Rahayu.

https://otomotif.kompas.com/read/2020/09/01/140200915/tren-sunroof-pada-bus-sekalian-bisa-jadi-emergency-exit

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke