Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Nasib Sopir Truk Selama Pandemi Semakin Memprihatinkan

JAKARTA, KOMPAS.com – Nasib sopir truk selama pandemi virus corona atau Covid-19 semakin memprihatinkan. Situasi ini berdampak langung pada pendapatan harian mereka, sehingga semakin kesulitan jelang dua bulan virus corona menyebar di Indonesia.

“Kondisi sopir per minggu ini mulai memprihatinkan. Berkurangnya perjalanan otomatis pendapatan sopir berkurang, seminggu cuma bisa narik (bekerja) beberapa kali,” ucap Kyatmaja Lookman, Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo), kepada Kompas.com. Minggu (19/4/2020).

Saat ini, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tengah berlaku di beberapa kota besar, seperti Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bogor. Regulasi PSBB mewajibkan adanya pembatasan aktivitas dari masyarakat, namun untuk kendaraan yang mengangkut barang, tetap bisa beroperasi, salah satunya mengantarkan kebutuhan logistik, seperti sembako.

Namun, Kyatmaja mengatakan, saat ini semua sektor pengiriman barang sudah terdampak oleh virus corona. Jadi, mulai ada penurunan pada pengiriman barang.

“Saat ini sudah turun 60 persen atau lebih pengiriman barang. Sudah banyak sopir yang susah untuk mendapatkan rit-nya. Jumlah perjalanan dari sopir juga mulai berkurang,” kata Kyatmaja.

Kyatmaja juga mengatakan, walau tetap boleh beroperasi, sebenarnya banyak juga permasalahan yang dialami pada angkutan barang. Sopir harus menunggu sampai tujuh hari bahkan lebih baru bisa jalan lagi.

Selain itu, masalah lain yang dihadapi oleh sopir truk yaitu harus dikarantina selama 14 hari jika kembali ke kampung halaman.

Belum selesai di situ, tingkat kerawanan yang dialami oleh sopir truk juga meningkat. Kyatmaja mengatakan, minggu lalu ada empat truk yang dibajak dalam waktu yang berbeda di daerah Jawa Tengah.

https://otomotif.kompas.com/read/2020/04/20/100200815/nasib-sopir-truk-selama-pandemi-semakin-memprihatinkan

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke